Everton Kehilangan Röhl Jelang Hadapi Ipswich, Moyes Waspadai Kejutan
Baca dalam 60 detik
- Merlin Röhl dipastikan absen saat Everton menjamu Ipswich Town di Hill Dickinson Stadium, Sabtu, setelah gagal pulih dari cedera.
- Absennya Röhl mengurangi opsi rotasi di lini tengah, meski Moyes masih punya Garner, Dewsbury-Hall, Alcaraz, dan Hackney.
- Everton wajib waspada karena Ipswich baru saja menang 3-2 di markas Crystal Palace dan pernah menahan imbang Everton 2-2 pada Mei 2025.

Everton harus menerima kenyataan pahit jelang laga kandang melawan Ipswich Town di Hill Dickinson Stadium, Sabtu (lusa), setelah manajer David Moyes memastikan Merlin Röhl belum pulih dari cedera. Gelandang asal Jerman itu dipastikan menambah daftar absen dan setidaknya baru kembali setelah jeda internasional.
Kepastian ini menjadi pukulan telak bagi The Toffees yang tengah berupaya mengubah start tak terkalahkan mereka menjadi hasil lebih konkret. Dari empat pertandingan Premier League, Everton mengumpulkan enam poin—satu kemenangan dan tiga hasil imbang. Terbaru, mereka menahan Tottenham 0-0 di London utara, lalu mengalahkan Wolverhampton Wanderers 1-0 di Carabao Cup lewat gol telat Charly Alcaraz.
Namun, menghadapi Ipswich, tuntutan permainan berbeda. Jika melawan Spurs Everton bisa bertahan dalam blok rendah dan memanfaatkan momen, di kandang sendiri publik menuntut dominasi. Moyes perlu mendorong tempo lebih cepat, menciptakan lebih banyak peluang di sekitar kotak penalti, dan mengonversi penguasaan bola menjadi gol.
Absennya Röhl memang tidak memaksa Moyes merombak total strategi, tetapi menghilangkan satu opsi fleksibel di lini tengah. Pemain yang disebut 'sangat berbahaya' itu mampu beroperasi di tengah, membawa bola jarak jauh, dan menggunakan kekuatan fisiknya dalam duel. Tanpa dia, ruang rotasi pasca laga Piala Liga menjadi lebih sempit.
Moyes masih memiliki James Garner dan Kiernan Dewsbury-Hall yang menawarkan pengalaman serta kontrol, plus Alcaraz dan Hayden Hackney sebagai pengubah tempo. Meski demikian, ketajaman di kedua kotak penalti menjadi semakin krusial. Thierno Barry membutuhkan suplai lebih baik, sementara Tyrique George, Tyler Dibling, dan Jack Grealish memberi Moyes beberapa kombinasi di belakang striker.
"Kami harus lebih tajam di depan gawang dan tetap disiplin di belakang. Ipswich adalah lawan yang berbahaya," ujar Moyes dalam konferensi pers, seperti dikutip dari pernyataan resmi klub.
Ipswich Town yang dilatih Gary O'Neil tidak bisa dianggap remeh. Mereka baru saja menang 3-2 di markas Crystal Palace dan menunjukkan kemampuan menghukum pertahanan yang lengah. Kekalahan 4-2 dari Arsenal di Piala Liga juga menjadi pengingat bahwa level kompetisi ini sangat tinggi, meski ada rotasi pemain.
Bagi Everton, laga ini adalah peluang emas untuk memperpanjang rekor tak terkalahkan di liga, memperkuat kepercayaan diri di rumah baru mereka, dan mengubah start solid menjadi kemajuan nyata. Namun, bayang-bayang hasil imbang 2-2 melawan Ipswich pada Mei 2025—saat Everton unggul dua gol lebih dulu—harus menjadi peringatan agar tidak lengah.
Kemenangan akan menjadi sinyal bahwa Everton mampu bersaing meski didera cedera dan keterbatasan skuad. Sebaliknya, kegagalan meraih tiga poin bisa memicu pertanyaan tentang konsistensi dan ketajaman tim asuhan Moyes. Akankah The Toffees memanfaatkan peluang ini, atau justru kembali terjebak dalam hasil imbang yang menghambat langkah mereka?



