Gempa M6,7 Guncang Sulteng: Sigi Terparah, Satu Tewas dan Ratusan Rumah Rusak
Baca dalam 60 detik
- Gempa bumi magnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah menewaskan satu warga di Kabupaten Sigi dan merusak puluhan bangunan.
- BNPB mencatat 312 jiwa terdampak, dengan Sigi sebagai wilayah paling parah; 47 rumah rusak dan puluhan luka-luka.
- Gempa susulan masih terjadi, sementara pemerintah fokus pada evakuasi dan pendataan kerusakan infrastruktur.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260542/original/069588100_1781600358-5.jpg)
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) menewaskan satu orang dan menyebabkan kerusakan signifikan di sejumlah daerah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa korban jiwa terjadi di Kabupaten Sigi, wilayah yang menjadi episentrum dampak terbesar.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengonfirmasi bahwa satu warga meninggal dunia di Sigi. Selain itu, sebanyak 312 jiwa atau 110 kepala keluarga (KK) terdampak langsung gempa yang berpusat di darat dengan kedalaman 10 kilometer itu. Data hingga pukul 19.00 WIB menunjukkan 22 warga mengalami luka ringan dan 13 lainnya luka berat, sebagian besar juga berada di Sigi.
Kerusakan infrastruktur tercatat di empat daerah. Kabupaten Sigi menjadi yang terparah dengan 47 rumah terdampak, termasuk 12 rumah rusak berat. Enam fasilitas ibadah, dua gedung perkantoran, satu jembatan, dan satu unit usaha mikro kecil menengah (UMKM) juga mengalami kerusakan. Di Kabupaten Parigi Moutong, 15 rumah terdampak, sementara di Kota Palu dilaporkan retakan di Jembatan III serta kerusakan pada satu hotel dan satu tempat usaha. Kabupaten Poso mencatat lima rumah rusak ringan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa utama terjadi pada koordinat 1,03ยฐ LS dan 120,24ยฐ BT, sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu. Episenter juga berjarak 54 km timur laut Sigi, 70 km barat laut Poso, dan 81 km tenggara Donggala. Hingga sore hari, gempa susulan masih terus terjadi, meningkatkan kewaspadaan warga dan tim penyelamat.
Bagi Indonesia, gempa ini mengingatkan kembali pada risiko tinggi di Sulawesi Tengah yang berada di zona subduksi aktif. Wilayah Palu dan sekitarnya masih dalam masa pemulihan pascagempa dan tsunami 2018, sehingga setiap guncangan baru berpotensi memperlambat rehabilitasi. Pemerintah daerah bersama BNPB kini fokus pada evakuasi korban, pendataan kerusakan, dan distribusi bantuan ke lokasi terdampak. Pertanyaan yang mengemuka: seberapa cepat infrastruktur vital seperti jembatan dan fasilitas umum dapat dipulihkan agar aktivitas ekonomi dan sosial tidak terganggu lebih lama?



