Mahmoud Abbas Telepon Prabowo, Apresiasi Dukungan Nyata Indonesia untuk Palestina
Baca dalam 60 detik
- Presiden Palestina Mahmoud Abbas menelepon Presiden Prabowo Subianto untuk membahas perkembangan terkini di Palestina dan menyampaikan apresiasi atas dukungan Indonesia.
- Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mendukung perjuangan rakyat Palestina, termasuk melalui pengiriman logistik, kapal rumah sakit, dan beasiswa pendidikan.
- Abbas menilai kepemimpinan Indonesia di bawah Prabowo memiliki bobot penting di forum internasional dan berharap peran aktif Indonesia berlanjut.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260040/original/046540400_1781535704-Palestina.jpg)
Presiden Palestina Mahmoud Abbas secara mendadak menghubungi Presiden Prabowo Subianto melalui sambungan telepon pada Senin (15/6/2026). Dalam percakapan tersebut, Abbas menyampaikan perkembangan situasi terkini di Palestina serta memberikan penghargaan atas konsistensi dukungan Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa Abbas secara khusus menekankan apresiasinya terhadap dukungan nyata yang telah diberikan Indonesia. Menurut Teddy, Abbas juga menyatakan harapan agar Indonesia terus memainkan peran aktif dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina, baik di tingkat bilateral maupun multilateral.
Dalam kesempatan itu, Presiden Abbas menilai bahwa suara dan kepemimpinan Indonesia di bawah Prabowo memiliki arti penting dan mendapat perhatian luas dalam berbagai forum internasional. Hal ini, menurut Teddy, menunjukkan bahwa posisi Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia semakin diakui dalam isu-isu global, termasuk konflik Palestina-Israel.
Prabowo, yang dikenal vokal membela Palestina sejak menjabat sebagai Menteri Pertahanan, kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mendukung perjuangan rakyat Palestina. Teddy menyebutkan bahwa dukungan yang telah diberikan mencakup pengiriman logistik melalui jalur udara dan laut, pengiriman kapal rumah sakit beserta tenaga kesehatan, serta pemberian beasiswa bagi 100 anak Palestina untuk menempuh pendidikan di Universitas Pertahanan Indonesia. Selain itu, Indonesia secara konsisten menyuarakan dukungan tegas di berbagai forum dunia, seperti PBB dan OKI.
Bagi Indonesia, hubungan erat dengan Palestina bukan sekadar simbol solidaritas, melainkan juga bagian dari politik luar negeri yang bebas aktif. Langkah Prabowo memperkuat posisi Indonesia sebagai mediator potensial di kawasan Timur Tengah, sekaligus menjaga kredibilitas di mata negara-negara berkembang. Namun, tantangan ke depan adalah bagaimana menerjemahkan dukungan diplomatik dan kemanusiaan menjadi tekanan nyata terhadap resolusi konflik yang berkelanjutan.
Pertanyaan yang kini mengemuka adalah apakah komitmen Indonesia dapat mendorong perubahan signifikan dalam kebijakan internasional terhadap Palestina, atau hanya akan menjadi catatan diplomatik biasa tanpa dampak strategis jangka panjang.



