PSI Buka Suara soal Jokowi: Pengumuman Jabatan Tunggu Semua Siap
Baca dalam 60 detik
- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyatakan pengumuman posisi Joko Widodo di struktur partai masih menunggu kesiapan administrasi dan verifikasi.
- Kunjungan Jokowi ke berbagai daerah dinilai bukan safari politik, melainkan respons terhadap undangan masyarakat dan kegiatan partai.
- PSI saat ini fokus pada pembentukan struktur internal dan pemenuhan persyaratan verifikasi faktual untuk menghadapi pemilu mendatang.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Isyana Bagoes Oka, menegaskan bahwa pengumuman resmi posisi Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di dalam struktur partai masih menunggu kesiapan seluruh aspek. Pernyataan ini merespons spekulasi yang berkembang bahwa Jokowi akan segera diangkat sebagai Ketua Dewan Pembina PSI.
"Kita tunggu saja siapnya," ujar Isyana saat ditemui usai agenda santunan anak yatim dan dhuafa di DPP PSI, Jakarta Pusat, Selasa (16/6) petang. Ia menambahkan bahwa PSI saat ini tengah fokus mengurus perlengkapan internal partai, termasuk administrasi dan pembentukan struktur. "Saat ini PSI tengah fokus untuk membentuk struktur, karena bagaimanapun juga aturan yang ada mengharuskan kami mengikuti verifikasi administrasi dan verifikasi faktual. Itu yang menjadi prioritas," jelasnya.
Isyana juga memberikan tanggapan terkait kunjungan Jokowi ke sejumlah daerah yang belakangan ini ramai diperbincangkan. Banyak pihak menilai agenda tersebut sebagai safari politik menjelang pengumuman resmi posisinya di PSI. Namun, Isyana membantah keras anggapan itu. "Sebenarnya ini bukan safari politik. Ini lebih ke arah bagaimana Pak Jokowi memenuhi undangan-undangan dari masyarakat, termasuk juga kalau ada kegiatan-kegiatan di Partai Solidaritas Indonesia," terangnya.
Menurut Isyana, berbagai agenda yang dihadiri Jokowi merupakan bagian dari undangan yang datang dari masyarakat maupun berbagai kelompok lainnya. Ia menekankan bahwa kondisi kesehatan Jokowi yang sudah membaik menjadi alasan utama mantan presiden tersebut mulai aktif kembali memenuhi undangan publik. "Pak Jokowi saat ini kondisinya sudah sehat dan sudah bisa lagi memenuhi undangan dari seluruh masyarakat," tuturnya.
Dalam konteks politik Indonesia, langkah PSI yang belum juga mengumumkan posisi Jokowi menuai tanda tanya. Beberapa pengamat menilai bahwa penundaan ini bisa menjadi strategi untuk menjaga momentum politik, mengingat Jokowi masih memiliki pengaruh besar di kalangan pemilih. Namun, Isyana menegaskan bahwa partainya tidak ingin terburu-buru dan lebih mengutamakan kesiapan internal. "Kami ingin semuanya matang, baik dari segi administrasi maupun struktur, sehingga ketika diumumkan nanti, semuanya sudah siap," katanya.
Kehadiran Jokowi di PSI diprediksi akan memberikan dampak signifikan terhadap elektabilitas partai tersebut. Namun, hingga kini belum ada kepastian kapan pengumuman resmi akan dilakukan. Isyana hanya berujar, "Kita tunggu saja siapnya." Pertanyaan yang menggantung: akankah Jokowi benar-benar bergabung dengan PSI, atau justru akan memilih jalan politik lain? Hanya waktu yang bisa menjawab.



