Gempa M6,7 Guncang Palu: Bangunan Universitas Tadulako Rusak, Wisuda SD Dievakuasi
Baca dalam 60 detik
- Gempa magnitudo 6,7 yang berpusat di Parigi Moutong merusak sejumlah gedung Universitas Tadulako di Palu, Sulawesi Tengah.
- Acara wisuda sekolah dasar yang tengah berlangsung di kampus berhasil dievakuasi tanpa korban jiwa, sementara pasien RS Undata kembali ke ruang perawatan.
- BPBD Sulteng mendirikan tenda darurat di RS Undata untuk mengantisipasi gempa susulan, sementara Bandara Mutiara SIS Al-Jufri dilaporkan aman.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Selasa pagi (16/6), menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan di Universitas Tadulako, Kota Palu. Getaran gempa yang berpusat di kedalaman 10 kilometer itu turut dirasakan hingga ke ibu kota provinsi, memicu evakuasi massal di beberapa titik, termasuk di acara wisuda sekolah dasar yang tengah berlangsung di salah satu gedung kampus.
Kepala Basarnas Palu, Muhammad Rizal, melaporkan bahwa kerusakan terlihat di area auditorium universitas. "Saat ini, saya berada di auditorium Universitas Tadulako, ada beberapa kerusakan yang terjadi," ujarnya. Meski bangunan mengalami retak dan kerusakan struktural, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Seluruh peserta wisudaโsiswa, guru, dan orang tuaโberhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan telah dipulangkan.
Gempa susulan masih menjadi kekhawatiran utama. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah langsung mendirikan tenda darurat di sekitar Rumah Sakit Undata Palu, yang sempat mengevakuasi pasien ke tempat aman. "Situasi di Rumah Sakit Undata terpantau aman. Semua pasien sudah kembali ke ruang perawatan masing-masing," kata Rizal. Langkah antisipatif ini diambil untuk mengatisipasi kepanikan jika terjadi guncangan susulan.
Selain kampus universitas, gempa juga menyebabkan keretakan di sejumlah bangunan di wilayah Palu dan sekitarnya. Namun, Bandar Udara Mutiara SIS Al-Jufri Palu dipastikan aman dan tidak mengalami kerusakan berarti. Rizal mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan hanya mengakses informasi dari sumber resmi seperti BMKG, BPBD, dan Basarnas. "Kami imbau masyarakat untuk tidak panik dan jika sewaktu-waktu membutuhkan bantuan untuk segera menghubungi kami," pungkasnya.
Hingga Selasa siang, aktivitas warga di Palu dilaporkan kembali normal. Meski demikian, potensi gempa susulan tetap diwaspadai. Pengalaman gempa dahsyat 2018 yang memicu likuifaksi dan tsunami masih membekas di ingatan warga Palu. Pertanyaan yang mengemuka: seberapa siapkah infrastruktur dan sistem tanggap darurat di Sulawesi Tengah menghadapi ancaman seismik yang terus mengintai?



