Gempa M6,7 Guncang Palu, BNPB Bergerak Cepat Petakan Kerusakan
Baca dalam 60 detik
- Gempa bumi magnitudo 6,7 mengguncang Palu dan sekitarnya pada Selasa (16/6/2026), dengan guncangan terkuat dirasakan di Kabupaten Poso selama 6 detik.
- BNPB bersama BPBD setempat langsung melakukan asesmen cepat dan pemantauan dampak, sementara BMKG mencatat episenter di darat pada kedalaman 10 km.
- Warga diimbau waspada terhadap gempa susulan dan memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260423/original/053206600_1781592639-779a3ec4-715b-4870-ac04-b4cd446fceec.jpg)
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu dan sekitarnya pada Selasa (16/6/2026), memicu kepanikan warga dan gerak cepat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memetakan kerusakan. Guncangan paling lama dilaporkan terjadi di Kabupaten Poso, berlangsung hingga 6 detik.
Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan dan 120,24 Bujur Timur, dengan kedalaman 10 kilometer. Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala. Data ini diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa. Sementara itu, di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik, namun tetap memicu kepanikan. BPBD setempat terus memantau kemungkinan dampak lanjutan.
Di Kabupaten Poso, guncangan kuat berlangsung selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan. Di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik, mendorong warga keluar rumah untuk menghindari risiko gempa susulan. Guncangan juga turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong, dengan getaran yang membuat jendela dan pintu berderik serta dinding berbunyi.
BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, dan segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.
Proses pendataan masih berlangsung. BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala. Pertanyaan kunci kini adalah seberapa luas kerusakan infrastruktur dan apakah ada korban jiwa yang belum terlaporkan. Pengalaman gempa Palu 2018 yang memicu likuifaksi dan tsunami menjadi pengingat betapa pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat di wilayah rawan gempa seperti Sulawesi Tengah.



