Lukaku Bangkit dari Mimpi Buruk, Jadi Penyelamat Belgia di Laga Perdana Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Romelu Lukaku mencetak gol penyeimbang saat Belgia ditahan imbang Mesir 1-1 pada laga pembuka Piala Dunia 2026.
- Musim yang sulit di Napoli, cedera panjang dan kehilangan ayah, tak menghalangi pelatih Rudi Garcia untuk tetap membawanya ke turnamen.
- Lukaku dianggap sebagai aset berharga bagi Belgia, meski kebugarannya belum pulih 100 persen dan baru bermain 64 menit sepanjang musim.
Romelu Lukaku kembali membuktikan diri sebagai sosok yang tak tergantikan bagi Timnas Belgia. Dalam laga perdana Grup F Piala Dunia 2026 melawan Mesir, Minggu (14/6) dini hari WIB, striker berusia 32 tahun itu masuk sebagai pemain pengganti dan langsung menciptakan gol penyeimbang hanya dalam waktu 20 detik. Hasil imbang 1-1 itu menyelamatkan Belgia dari kekalahan yang nyaris terjadi setelah mereka tertinggal lebih dulu.
Perjalanan Lukaku menuju Piala Dunia ini penuh liku. Cedera pramusim di Napoli membuatnya absen berbulan-bulan, ditambah kehilangan sang ayah yang memperberat kondisi mentalnya. Ia hanya mencetak satu gol sepanjang musim, saat melawan Hellas Verona pada akhir Februari, dan total bermain hanya 64 menit. Meski demikian, pelatih Rudi Garcia tetap percaya pada kualitasnya. โDia belum siap menjadi starter. Kami bahkan tidak menyangka dia bisa bersama kami di turnamen ini,โ ujar Garcia seusai pertandingan. โEnam puluh empat menit dalam semusim bukan persiapan ideal untuk Piala Dunia. Tapi dia sangat penting bagi kami.โ
Kepercayaan Garcia terbukti tepat. Saat Belgia tertinggal 0-1 dan kesulitan menembus pertahanan Mesir, Lukaku masuk pada menit ke-70. Dua puluh detik kemudian, ia menyambut umpan silang Thomas Meunier dan memaksa bek Mohamed Hany mencetak gol bunuh diri. Gol itu menjadi titik balik, meski Belgia gagal menambah gol dan harus puas berbagi angka. โKami tidak tampil maksimal di babak pertama, tapi setelah jeda kami menemukan cara untuk menyakiti lawan. Meski itu gol bunuh diri, kehadiran Romelu sangat vital,โ kata Kevin De Bruyne.
Kapten Belgia, Youri Tielemans, menambahkan bahwa Lukaku masih perlu memulihkan kebugaran penuh. โNormal setelah musim yang sulit. Tapi kami tahu dia fundamental bagi tim ini,โ katanya. Sementara itu, kiper Thibaut Courtois menyoroti pentingnya pemain cadangan. โPelatih sering bilang pemain pengganti juga bisa membuat perbedaan. Itulah yang dilakukan Romelu dan yang lainnya.โ
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah Lukaku menjadi pengingat bahwa pemain sekelas bintang pun bisa jatuh dan bangkit kembali. Di tengah hiruk-pikuk Piala Dunia yang juga disiarkan langsung di Indonesia, perjuangan Lukaku melawan cedera dan tekanan mental bisa menjadi inspirasi. Apalagi, Indonesia tengah gencar mengembangkan sepak bola nasional, termasuk pembinaan pemain muda yang kerap menghadapi tekanan serupa. Kehadiran figur seperti Lukaku menunjukkan bahwa ketangguhan mental sama pentingnya dengan skill teknis.
Pertandingan berikutnya akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Belgia. Jika Lukaku terus menunjukkan performa seperti ini, bukan tidak mungkin ia akan menjadi starter dalam waktu dekat. Namun, Garcia tampaknya akan tetap berhati-hati. โTubuhnya masih perlu beradaptasi dengan tuntutan kompetisi,โ ujarnya. Pertanyaannya, bisakah Belgia bersaing tanpa ketajaman penuh Lukaku? Atau justru kebangkitan sang bomber akan membawa mereka melaju jauh?



