Piala Dunia 2026: Dua Bintang Baru Bersinar, Incaran Klub Premier League?
Baca dalam 60 detik
- Jonathan David dan Johan Manzambi menjadi sorotan setelah mencetak trigol di Piala Dunia 2026, memicu spekulasi transfer ke Premier League.
- David, penyerang Juventus, sudah menarik minat Newcastle dan Leeds, sementara Manzambi, gelandang Freiburg, diincar Manchester United dan Chelsea.
- Prestasi di Piala Dunia kerap menjadi batu loncatan ke liga top Eropa; musim panas ini bisa menjadi momentum perpindahan kedua pemain.

Panggung Piala Dunia 2026 di Amerika Utara kembali membuktikan diri sebagai etalase paling bergengsi bagi pemain sepak bola. Dua nama baru mencuri perhatian setelah masing-masing mencetak trigol: Jonathan David dari Kanada dan Johan Manzambi dari Swiss. Keduanya kini dikaitkan dengan kepindahan ke Premier League pada bursa transfer mendatang.
David, penyerang berusia 26 tahun yang membela Juventus, menjadi pahlawan kemenangan 6-0 Kanada atas Qatar di Vancouver. Trigolnya menjadikannya pemain Juventus pertama yang mencetak hat-trick di Piala Dunia sejak Paolo Rossi pada 1982. Mantan pemain Lille itu telah mengoleksi 87 gol dalam 178 penampilan liga sebelum pindah ke Turin pada 2025. Kini, laporan menyebut Newcastle United dan Leeds United memantau situasinya, dengan Juventus dikabarkan bersedia melepas demi mengatur anggaran musim panas.
Di sisi lain, Johan Manzambi, gelandang serang Freiburg berusia 20 tahun, mencatatkan namanya dalam buku sejarah. Ia menjadi pemain termuda yang mencetak dua gol atau lebih sebagai pemain pengganti di Piala Dunia, saat Swiss menang 4-1 atas Bosnia-Herzegovina. Jika diizinkan mengambil penalti di menit akhir, ia bisa menjadi pemain termuda ketiga yang mencetak trigol di turnamen ini, setelah Pelรฉ (1958) dan Edmund Conen (1934). Performanya di Los Angeles Stadium semakin memanaskan rumor ketertarikan dari Manchester United, Arsenal, dan Chelsea.
Fenomena ini mengingatkan pada sejarah panjang di mana Piala Dunia menjadi batu loncatan ke liga top Eropa. Bagi klub-klub Premier League, merekrut pemain yang bersinar di turnamen semacam ini sering kali menjadi strategi jitu. Namun, harga pemain bisa melonjak drastis setelah performa impresif. David, misalnya, sudah memiliki pengalaman di liga Belgia, Prancis, dan Italia, sehingga dianggap siap beradaptasi dengan kerasnya Premier League. Sementara Manzambi, yang baru setahun menembus tim utama Freiburg dan membantu klubnya ke final Liga Europa, dinilai memiliki potensi besar meski masih mentah.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan kedua pemain ini patut dicermati. Premier League adalah liga dengan basis penggemar terbesar di Tanah Air. Jika David atau Manzambi akhirnya merumput di Inggris, mereka akan semakin sering tampil di layar kaca Indonesia. Selain itu, keberhasilan Kanada sebagai tuan rumah bersama juga bisa menginspirasi pengembangan sepak bola di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang tengah giat membangun infrastruktur dan prestasi.
Mantan penyerang Inggris Dion Dublin, yang menyaksikan langsung kemenangan Kanada, memuji permainan David. "Dia tampil hebat, mencetak hat-trick yang indah. Benar-benar permainan striker kelas atas," ujarnya kepada BBC Radio 5 Live. Sementara itu, Clinton Morrison, mantan pemain Crystal Palace, memuji penyelesaian Manzambi: "Itu adalah penyelesaian brilian. Voli yang fantastis dan teknik yang luar biasa."
Pertanyaan besarnya kini: akankah kedua pemain ini benar-benar pindah ke Premier League pada musim 2026-27? Ataukah mereka akan memilih tantangan di liga lain? Yang jelas, bursa transfer musim panas mendatang akan menjadi jawaban. Jika David dan Manzambi terus tampil konsisten, bukan tidak mungkin mereka akan menjadi rebutan klub-klub besar Eropa.