HUT Bhayangkara ke-80: Brimob Sumut Bagikan Ribuan Porsi Makanan dan Gelar Pasar Murah di Medan
Baca dalam 60 detik
- Satuan Brimob Polda Sumut membagikan 1.000 porsi makanan gratis dan menyelenggarakan pasar murah di Car Free Day Medan dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80.
- Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi Polri memperkuat hubungan dengan masyarakat melalui pelayanan sosial langsung, tidak hanya penegakan hukum.
- Kehadiran layanan air minum gratis dan pameran perlengkapan Brimob menjadi daya tarik tambahan yang mengedukasi publik tentang peran Korps Brimob.
Ratusan personel Satuan Brimob Polda Sumatera Utara turun ke Lapangan Merdeka Kesawan, Medan, pada Minggu (14/6/2026) untuk menyemarakkan Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80 dengan aksi sosial yang langsung menyentuh kebutuhan warga: membagikan 1.000 porsi makanan siap santap, menjual kebutuhan pokok di bawah harga pasar, dan menyalurkan 1.000 liter air minum gratis.
Kegiatan yang digelar bersamaan dengan Car Free Day (CFD) itu dipimpin langsung oleh Kapolda Sumut Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto. Ia menegaskan bahwa momentum HUT Bhayangkara bukan sekadar seremoni, melainkan ajang membuktikan kehadiran Polri di tengah masyarakat. βKami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga melalui program yang memberikan manfaat langsung,β ujarnya.
Pasar murah yang digelar Brimob menyediakan beras dan minyak goreng dengan harga terjangkau, menyasar kebutuhan pokok yang kerap menjadi beban rumah tangga. Langkah ini menjadi relevan di tengah fluktuasi harga pangan yang masih dirasakan masyarakat perkotaan seperti Medan. Dengan membeli langsung dari stan Brimob, warga tidak hanya mendapatkan harga lebih murah, tetapi juga terhindar dari antrean panjang di pasar tradisional.
Selain bantuan pangan, Brimob juga menghadirkan kendaraan Water Treatment yang mampu memproduksi air minum bersih. Sebanyak 1.000 liter air gratis dibagikan kepada pengunjung CFD, sebuah inovasi yang menunjukkan kesiapan teknis Brimob dalam penanganan bencana dan kebutuhan darurat. Tak ketinggalan, berbagai perlengkapan humanis dan kendaraan taktis dipamerkan untuk mendekatkan citra Korps Brimob kepada generasi muda.
Antusiasme warga terlihat dari partisipasi dalam lucky draw yang menyediakan hadiah menarik. Suasana kekeluargaan antara personel dan masyarakat menjadi pemandangan yang kontras dengan stereotip aparat yang kaku. Menurut pengamat kepolisian dari Universitas Sumatera Utara, kegiatan seperti ini efektif membangun kepercayaan publik, terutama di daerah perkotaan yang kerap kritis terhadap kinerja aparat.
Ke depan, model pelayanan sosial seperti ini berpotensi direplikasi di wilayah lain Polda Sumut. Pertanyaannya, apakah kegiatan ini hanya bersifat seremonial atau akan menjadi program rutin yang berkelanjutan? Jawabannya akan menentukan sejauh mana Polri mampu mengubah pendekatan dari represif menjadi preventif dan humanis.



