Olivia Rodrigo Pecahkan Rekor Streaming Global, Album Baru Tembus 24 Jam Terlaris
Baca dalam 60 detik
- Album ketiga Olivia Rodrigo, 'You Seem Pretty Sad for a Girl So in Love', mencetak rekor sebagai album dengan streaming terbanyak dalam sehari oleh artis wanita di Spotify sepanjang 2026.
- Platform Amazon Music mencatat debut 24 jam terbesar secara global untuk album mana pun tahun ini, menegaskan dominasi sang penyanyi di industri musik digital.
- Di balik kesuksesan, Olivia mengungkapkan dirinya mengalami gangguan pendengaran 60 persen di telinga kiri sejak kecil, yang justru menjadi bahan candaan bersama rekannya.

Penyanyi pop Olivia Rodrigo kembali menorehkan sejarah di industri musik global. Album studio ketiganya yang bertajuk You Seem Pretty Sad for a Girl So in Love langsung memecahkan rekor streaming di dua platform raksasa, Spotify dan Amazon Music, hanya dalam 24 jam pertama perilisannya pada Jumat lalu.
Menurut pengumuman resmi Spotify melalui akun X, album tersebut menjadi album dengan jumlah streaming terbanyak dalam satu hari oleh artis wanita sepanjang tahun 2026. Tak berhenti di situ, Amazon Music juga mengonfirmasi bahwa album ini mencatat debut 24 jam terbesar secara global untuk album mana pun tahun ini, sebagaimana diunggah di Instagram resmi platform tersebut.
Pencapaian ini menempatkan Olivia, yang kini berusia 23 tahun, sejajar dengan deretan musisi papan atas yang mendominasi era streaming. Namun, di balik gemerlap rekor, terdapat cerita personal yang menarik. Dalam wawancara dengan majalah Dazed, Olivia mengungkapkan bahwa sebagian besar materi album ditulisnya di London. Ia merasa menjadi "versi terbaik" dari dirinya saat berada di kota itu. "Mungkin karena sering hujan, jadi yang kamu lakukan hanya tinggal di dalam rumah sambil bermain gitar dan menulis," ujarnya.
Inspirasi juga datang dari Manchester, kota kelahiran band-band legendaris seperti Oasis, The Smiths, Joy Division, dan The Stone Roses. "Beberapa tahun lalu saya menghabiskan waktu di Manchester, dan hujannya deras sekali. Saya langsung berpikir, 'Pantas saja banyak band hebat berasal dari sini!'" kenang Olivia.
Namun, ada sisi lain yang jarang diketahui publik. Dalam wawancara di KISS FM, Olivia mengungkapkan bahwa ia mengalami gangguan pendengaran cukup parah. "Sebenarnya banyak yang salah dengan diriku. Telinga kiriku 60 persen tuli. Jadi kalau kamu duduk di sebelah kiriku dan ingin membisikkan rahasia, aku tidak akan bisa mendengarnya. Lebih baik bicara di telinga kanan," candanya. Kondisi ini diketahui sejak ia masih di taman kanak-kanak saat menjalani tes pendengaran rutin. Meski demikian, Olivia tidak pernah menganggapnya sebagai hambatan. Ia bahkan bercanda dengan temannya, fotografer Petra Collins, yang memiliki gangguan penglihatan. "Kami selalu bercanda bahwa aku membuat musik karena pendengaranku buruk, dan dia memotret karena penglihatannya buruk," ujarnya.
Kisah Olivia Rodrigo menjadi pengingat bahwa keterbatasan fisik tidak selalu menjadi penghalang untuk meraih prestasi gemilang. Di tengah dominasi industri musik global, pencapaiannya juga membuka peluang bagi musisi Indonesia untuk belajar tentang strategi perilisan dan pemanfaatan platform digital. Pertanyaannya, mampukah musisi Tanah Air meniru jejak sukses serupa di kancah internasional?



