Jejak Hantu Resident Evil: Dari Prototipe Terlupakan hingga Lahirnya Devil May Cry
Baca dalam 60 detik
- Capcom membuang 75% konten Resident Evil 2 versi awal yang kini menjadi legenda urban bernama Resident Evil 1.5.
- Konsep awal Resident Evil 4 yang dibatalkan justru melahirkan waralaba Devil May Cry.
- Resident Evil Outbreak sudah merintis mode kooperatif online pada 2004, jauh sebelum tren gaming modern.

Di balik gemerlap kesuksesan waralaba horor legendaris Resident Evil, tersimpan sejarah kelam yang tak kalah menarik: puluhan prototipe, proyek gagal, dan spin-off yang sengaja dilupakan Capcom. Selama lebih dari tiga dekade, studio asal Jepang ini tak hanya merilis judul-judul ikonik, tetapi juga meninggalkan jejak eksperimen yang justru menjadi fondasi bagi kesuksesan berikutnya.
Salah satu cerita paling terkenal adalah Resident Evil 1.5, prototipe awal Resident Evil 2 yang hampir 75 persen kontennya dibuang beberapa bulan sebelum rilis. Versi ini sudah menampilkan Leon S. Kennedy, namun Claire Redfield belum ada—digantikan oleh Elza Walker, seorang pembalap motor tanpa hubungan dengan Chris Redfield. Kantor polisi pun dirancang lebih modern dengan teka-teki lebih sedikit. Selama lebih dari 20 tahun, Resident Evil 1.5 menjadi urban legend; beberapa tangkapan layar di majalah game memicu imajinasi penggemar yang mencoba merekonstruksinya dari prototipe yang bocor. Ironisnya, game yang tak pernah rampung ini justru menjadi salah satu proyek paling terkenal dalam sejarah waralaba.
Resident Evil 4 juga memiliki perjalanan pengembangan yang berliku. Sebelum menjadi mahakarya yang kita kenal, Capcom merancang setidaknya empat versi berbeda. Salah satu konsep awal menampilkan Leon menjelajahi kastil gotik yang dipenuhi makhluk supernatural. Versi lain menghadirkan kabut hidup yang bisa merasuki musuh. Konsep ketiga bahkan terlalu jauh dari identitas Resident Evil sehingga akhirnya diubah menjadi waralaba baru: Devil May Cry. Tanpa kegagalan itu, karakter Dante mungkin tak pernah ada. Versi final yang dirilis 2005 justru merevolusi industri dengan kamera over-the-shoulder dan gameplay aksi yang kental.
Tak hanya itu, Capcom juga pernah merilis Resident Evil Gaiden untuk Game Boy Color pada 2001. Game ini menggabungkan eksplorasi top-down dengan pertarungan first-person yang membutuhkan timing tepat. Meskipun diabaikan dalam timeline resmi, Gaiden menjadi bukti ambisi Capcom menghadirkan Resident Evil di semua platform. Sementara itu, seri Survivor, Survivor 2, dan Dead Aim sudah menggunakan perspektif first-person sejak awal 2000-an, namun keterbatasan teknis PlayStation membuatnya kaku dan kurang presisi. Baru pada Resident Evil 7 (2017) visi itu terwujud sempurna.
Resident Evil Outbreak dan sekuelnya (2004-2005) mungkin yang paling visioner. Game ini menawarkan mode kooperatif online di tengah wabah Raccoon City, di mana pemain berperan sebagai warga sipil biasa dengan kemampuan unik. Sayangnya, infrastruktur internet konsol saat itu masih terbatas; broadband belum umum, dan beberapa model PS2 butuh adaptor jaringan eksternal. Kini, Outbreak dianggap sebagai konsep brilian yang lahir terlalu cepat. Banyak penggemar mendambakan remake modern untuknya.
Di Jepang, Capcom merilis puluhan game Resident Evil eksklusif untuk ponsel lawas, seperti Biohazard Mobile dan Biohazard Clan Master, yang kini hampir mustahil ditemukan secara legal. Sementara itu, upaya Capcom mengikuti tren kooperatif tembak-menembak awal 2010-an—Operation Raccoon City, Umbrella Corps, dan RE:Verse—menuai kritik pedas. Ulasan pengguna di Steam masih negatif karena dianggap menghilangkan identitas horor survival yang menjadi ciri khas waralaba.
Namun, tak semua yang terlupakan adalah kegagalan. Resident Evil: Deadly Silence untuk Nintendo DS justru menjadi versi definitif game pertama berkat sentuhan layar sentuh dan mode co-op lokal. Sementara The Mercenaries 3D di 3DS menawarkan gameplay solid meski konten terbatas. Proyek lain seperti Resident Evil Portable (diumumkan di E3 2009) dan konsep awal Revelations 3 batal begitu saja.
Sejarah Resident Evil membuktikan bahwa kegagalan bukanlah akhir. Resident Evil 1.5 membuka jalan bagi mahakarya. Prototipe Resident Evil 4 melahirkan Devil May Cry. Seri Survivor menjadi fondasi Resident Evil 7. Outbreak merintis kooperatif online sebelum zamannya. Bahkan kegagalan komersial mengajarkan Capcom apa yang benar-benar diinginkan pemain. Mungkin inilah rahasia umur panjang waralaba ini: keberanian untuk terus bereksperimen, meski harus gagal berkali-kali. Dan siapa tahu, di suatu sudut kantor Capcom, prototipe lain masih berdebu, menunggu saatnya menginspirasi Resident Evil berikutnya.



