Mystikal Divonis 20 Tahun Penjara: Akhir dari Riwayat Hukum Sang Rapper
Baca dalam 60 detik
- Rapper Mystikal, penggawa nominasi Grammy, menerima hukuman 20 tahun penjara setelah mengaku bersalah atas pemerkosaan tingkat ketiga.
- Kasus ini menjadi puncak dari serangkaian masalah hukum yang membelitnya, termasuk tuduhan kekerasan seksual dan pemerasan di masa lalu.
- Vonis ini mengirim sinyal keras tentang akuntabilitas di industri musik, sekaligus menyoroti pola kekerasan yang berulang dalam kariernya.

Rapper Mystikal, yang namanya melambung lewat hit 'Shake Ya Ass', resmi mendekam di balik jeruji besi selama dua dekade. Pengadilan Louisiana menjatuhkan vonis 20 tahun penjara setelah pria berusia 55 tahun itu mengaku bersalah atas tuduhan pemerkosaan tingkat ketiga. Kasus ini menutup babak panjang kontroversi hukum yang telah membayangi karier sang musisi.
Mystikal, yang memiliki nama asli Michael Tyler, ditangkap pada Juli 2022 dengan enam dakwaan berat, termasuk pemerkosaan tingkat pertama, pencekikan, dan penjara palsu. Namun, pada Maret lalu, ia mencapai kesepakatan pembelaan dengan jaksa, mengaku bersalah atas dakwaan yang lebih ringan. Jika terbukti bersalah atas seluruh dakwaan awal, ia terancam hukuman seumur hidup.
Korban yang tidak disebutkan namanya hadir di persidangan dan memberikan kesaksian yang menggetarkan. Ia menceritakan bagaimana Mystikal mencekiknya, menjambak rambutnya, dan memperkosanya dengan paksa. Setelah mendengar pernyataan korban, Mystikal hanya berkata, "Jika saya melakukan itu kepada Anda, saya pantas mendapatkan hukuman maksimal." Pernyataan ini menjadi sorotan, mengingat ia sebelumnya sempat mengajukan mosi untuk menarik pengakuan bersalahnya.
Mosi tersebut diajukan hanya beberapa hari sebelum vonis dijatuhkan. Pengacara Mystikal berdalih bahwa kliennya berada di bawah tekanan emosional yang signifikan dan merasa terdesak untuk membuat keputusan cepat saat mengaku bersalah. Namun, hakim menolak argumen itu dan tetap menjatuhkan hukuman sesuai kesepakatan.
Kasus ini bukan yang pertama bagi Mystikal. Ia sebelumnya menghabiskan 18 bulan di penjara Caddo Correctional Center antara 2017 dan 2019 atas tuduhan pemerkosaan tingkat pertama dan penculikan, yang kemudian dibatalkan karena kurangnya bukti pada 2020. Lebih jauh, ia juga menjalani hukuman enam tahun di Elayn Hunt Correctional Center atas kasus kekerasan seksual dan pemerasan terhadap penata rambutnya sendiri. Catatan kriminalnya juga mencakup hukuman 81 hari pada 2012 karena kekerasan dalam rumah tangga.
Bagi publik Indonesia, kasus Mystikal menjadi pengingat bahwa industri hiburan global tidak kebal dari masalah kekerasan seksual. Fenomena ini juga relevan dengan maraknya gerakan #MeToo di Tanah Air, yang mendorong lebih banyak korban untuk bersuara. Meskipun sistem hukum di Indonesia berbeda, vonis berat seperti ini dapat menjadi preseden yang mendorong penegakan hukum yang lebih tegas terhadap pelaku kekerasan seksual, terutama di kalangan selebritas.
Ke depan, pertanyaan besar yang tersisa adalah apakah hukuman ini akan menjadi efek jera bagi pelaku lain di industri musik, atau justru memperkuat anggapan bahwa selebritas sering kali mendapatkan perlakuan istimewa. Yang jelas, bagi Mystikal, dua dekade di penjara adalah harga mahal yang harus dibayar atas tindakannya.



