Mario Lemos Targetkan Persijap Tak Sekadar Bertahan di Super League
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Mario Lemos resmi perpanjang kontrak bersama Persijap Jepara setelah sukses menjaga tim di kasta tertinggi.
- Manajemen menaikkan target musim depan dari sekadar bertahan menjadi peningkatan prestasi signifikan.
- Stabilitas dan proses berkelanjutan jadi kunci Persijap untuk bersaing lebih kompetitif di Super League.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565946/original/060695200_1777098813-lemos.jpg)
Pelatih asal Portugal, Mario Lemos, mengajak seluruh elemen Persijap Jepara untuk tidak berpuas diri dan mulai membidik target lebih tinggi pada musim 2026/2027. Ajakan itu disampaikan setelah ia resmi mendapatkan perpanjangan kontrak dari manajemen Laskar Kalinyamat.
Keberhasilan Mario membawa Persijap bertahan di Super League musim lalu menjadi modal berharga. Tim asal Jepara itu finis di peringkat ke-13 klasemen BRI Super League 2025/2026 dengan 36 poin, hasil dari sembilan kemenangan, sembilan imbang, dan 16 kekalahan. Capaian itu diraih setelah Mario kembali dipercaya menukangi tim pada Februari 2026, menggantikan Divaldo Alves yang sebelumnya mengambil alih kursi pelatih.
"Menyambut musim yang baru, mari kita melangkah maju dengan penuh percaya diri, tetap fokus, bekerja keras, dan mengejar tujuan kita bersama-sama," ujar Mario dalam pernyataan resmi klub. Ia menegaskan bahwa perjalanan musim lalu menunjukkan karakter kuat Persijap yang pantang menyerah.
Presiden Persijap, M. Iqbal Hidayat, menegaskan bahwa ekspektasi publik Jepara kini berubah. Jika musim lalu target utama adalah bertahan, maka musim depan Persijap harus menunjukkan peningkatan prestasi yang lebih signifikan. "Kami memahami ekspektasi terhadap Persijap musim depan tentu akan berbeda. Ke depan harapan masyarakat Jepara dan para pendukung tentu lebih besar dari sisi prestasi," kata Iqbal.
Manajemen mempertahankan Mario Lemos karena percaya pada proses pembangunan tim yang sedang berjalan. Stabilitas menjadi faktor penting agar Persijap mampu berkembang dan lebih kompetitif. Mario sendiri sempat mengalami dinamika karier di Persijap: ia pernah dicopot dari posisi pelatih kepala dan dialihkan menjadi Direktur Teknik sebelum akhirnya kembali dipercaya sebagai head coach.
"Untuk mencapai target yang lebih tinggi dibutuhkan proses yang berkelanjutan, stabilitas, dan kerja keras dari seluruh elemen tim," sambung Iqbal. Pernyataan itu menegaskan bahwa Persijap tidak ingin terburu-buru, tetapi tetap optimistis menatap musim depan.
Dengan fondasi yang sudah terbangun, Persijap kini dihadapkan pada tantangan untuk membuktikan bahwa mereka bukan sekadar tim penghuni papan bawah. Pertanyaan besarnya: mampukah Laskar Kalinyamat bersaing di papan tengah atau bahkan atas pada musim 2026/2027?



