Hamilton Bangkit: Kualifikasi Terbaik Bersama Ferrari di Barcelona
Baca dalam 60 detik
- Lewis Hamilton finis kedua dalam kualifikasi GP Barcelona, hanya terpaut 0,064 detik dari George Russell, menandai performa terbaiknya sejak bergabung dengan Ferrari.
- Pembalap berusia 41 tahun itu melakukan reset mental dengan meninggalkan sirkuit sebelum kualifikasi, sebuah langkah tak biasa yang membuahkan hasil.
- Degradasi ban yang tinggi diperkirakan akan membuat balapan menjadi strategi dua pit-stop, membuka peluang bagi Ferrari untuk menantang Mercedes.

Lewis Hamilton akhirnya menemukan kembali ritme balapnya. Pebalap asal Inggris itu mengamankan posisi kedua dalam sesi kualifikasi Grand Prix Barcelona-Catalunya, hanya terpaut 0,064 detik dari George Russell yang meraih pole position. Hasil ini menjadi yang terbaik bagi Hamilton sejak ia bergabung dengan Ferrari pada musim 2025, sekaligus sinyal bahwa tim asal Italia itu mulai kompetitif di barisan depan.
Ferrari membawa paket upgrade aerodinamis signifikan ke sirkuit Catalunya. Namun, Hamilton sempat kesulitan sepanjang sesi latihan bebas kedua dan ketiga, bahkan menyerahkan mobilnya kepada pembalap junior Dino Beganovic di sesi pertama. Untuk mengatasi tekanan, ia mengambil langkah tak biasa: meninggalkan area paddock di antara sesi latihan bebas ketiga dan kualifikasi. "Saya butuh keluar dari sini," ujar Hamilton. Ia kembali ke motorhome, mengikuti arahan insinyur lewat telepon, dan berhasil melakukan "reset" yang membawanya tampil gemilang.
Pencapaian ini menjadi angin segar bagi Hamilton yang musim lalu kesulitan menyaingi rekan setimnya, Charles Leclerc. Meski sempat meraih pole dan kemenangan di sprint race China, performanya di grand prix reguler kurang konsisten. Kini, dengan hasil kualifikasi kedua di Barcelona—setelah finis ketiga di Monaco pekan lalu—Hamilton menunjukkan progres nyata. "Ini yang terdekat yang pernah saya rasakan dengan barisan depan sejak bergabung dengan Ferrari," katanya. "Setiap kali kami membawa upgrade, mereka (Mercedes) masih di depan. Tapi ini bagus untuk tim."
Sementara itu, George Russell berhasil bangkit setelah serangkaian hasil buruk di Miami, Kanada, dan Monako. Pebalap Mercedes itu mengakui bahwa ia dan timnya membuat keputusan yang salah dalam tiga balapan terakhir. "Lebih dari pole position, saya senang bisa merasa seperti diri saya sendiri lagi," ujar Russell. Ia kini tertinggal 68 poin dari rekan setimnya, Kimi Antonelli, di klasemen pembalap—sebagian besar akibat nasib buruk seperti kegagalan mesin di Kanada saat memimpin balapan.
Di sisi lain, Leclerc mengalami kecelakaan pada putaran pertamanya di kualifikasi. Ia kehilangan kendali di Tikungan 4 dan menabrak pembatas. "Saya malu tidak bisa menyatukan semuanya di akhir pekan yang sebenarnya sangat positif," kata Leclerc. Hamilton bersimpati, menilai Leclerc mungkin terlalu memaksakan kecepatan di tikungan tersebut.
Balapan GP Barcelona diprediksi akan menjadi pertarungan strategi. Degradasi ban yang tinggi—dua kali lipat dari perkiraan—membuat sebagian besar tim harus menjalani setidaknya dua kali pit-stop. Hamilton optimistis bisa bersaing, meski mengakui Mercedes masih lebih cepat. "Kami masih punya pekerjaan rumah untuk menutup celah, atau setidaknya bisa bertahan di depan mereka," ujarnya.
Bagi penggemar Formula 1 di Indonesia, kebangkitan Hamilton bersama Ferrari menambah daya tarik musim ini. Persaingan ketat antara Ferrari dan Mercedes, serta potensi kejutan dari degradasi ban, menjanjikan balapan yang tidak mudah ditebak. Akankah Hamilton mampu meraih kemenangan grand prix pertamanya bersama Ferrari? Atau justru Russell yang akan mempertahankan momentumnya? Semua akan terjawab di lintasan Catalunya.



