Gundogan Buka Pintu Pulang ke Nuremberg: 'Semua Kemungkinan Terbuka'
Baca dalam 60 detik
- Gelandang veteran İlkay Gündoğan mengisyaratkan niatnya kembali ke Nuremberg, klub tempat ia memulai karier senior, suatu saat nanti.
- Pemain berusia 35 tahun itu membuka peluang kembali dalam berbagai peran, termasuk sebagai pemain, pelatih, atau direktur olahraga.
- Nuremberg yang kini berlaga di Bundesliga 2 dan ditangani Miroslav Klose bisa menjadi destinasi akhir dari karier gemilang Gündoğan.

İlkay Gündoğan, gelandang berpengalaman yang kini membela Galatasaray, secara terbuka menyatakan keinginannya untuk kembali ke Nuremberg, klub yang menjadi batu loncatan karier profesionalnya. Dalam wawancara dengan Sky Germany, pemain kelahiran 1990 itu menegaskan hubungan emosional yang masih kuat dengan tim berjuluk Der Club tersebut.
Karier Gündoğan melesat sejak debutnya bersama Nuremberg pada 2009. Dua musim berseragam klub Bavaria itu cukup untuk menarik perhatian Borussia Dortmund, yang kemudian membawanya meraih gelar ganda Bundesliga dan DFB-Pokal pada 2011/12 di bawah asuhan Jürgen Klopp. Puncak kesuksesannya terjadi bersama Manchester City era Pep Guardiola, di mana ia mengoleksi banyak trofi, termasuk Liga Champions. Ia juga sempat berseragam Barcelona dan menjadi kapten tim nasional Jerman.
“Saya masih memiliki ikatan yang sangat erat dengan Nuremberg karena klub ini sangat berarti bagi saya. Saya sangat berterima kasih kepada klub dan kota ini. Saya bisa membayangkan kembali suatu hari nanti, dalam peran apa pun itu,” ujar Gündoğan kepada Sky Germany.
Gelandang yang telah mencatat lebih dari 700 penampilan klub dan internasional itu mengaku bahwa opsi kepulangan bisa beragam. “Baik untuk satu atau dua tahun sebagai pemain, atau nantinya sebagai direktur olahraga atau pelatih, semuanya mungkin,” tambahnya. Saat ini Gündoğan masih terikat kontrak dengan Galatasaray hingga musim panas 2027, namun ia tidak menutup kemungkinan untuk kembali ke Nuremberg lebih cepat.
Nuremberg saat ini berkompetisi di Bundesliga 2, kasta kedua sepak bola Jerman, dan sejak 2024 ditangani oleh mantan striker timnas Jerman, Miroslav Klose. Kehadiran Klose, yang juga rekan setim Gündoğan di Piala Dunia 2014, bisa menjadi faktor penarik bagi sang gelandang. Jika benar-benar terealisasi, kepulangan Gündoğan akan menjadi suntikan moral besar bagi Nuremberg yang tengah berjuang untuk promosi.
Fenomena pemain top kembali ke klub awal karier memang jarang terjadi, namun bukan tanpa preseden. Di Indonesia, kisah seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi pemain muda bahwa kesuksesan tidak melupakan asal-usul. Bagi penggemar Bundesliga di Tanah Air, spekulasi ini menambah daya tarik kompetisi kasta kedua Jerman, yang mungkin akan disiarkan lebih luas jika Gündoğan benar-benar bergabung.
Pertanyaan besarnya, akankah Gündoğan menuntaskan kariernya di Nuremberg atau justru mengambil peran di belakang layar? Dengan kontrak yang masih panjang di Istanbul, keputusan ini barangkali baru akan terwujud beberapa musim mendatang. Namun satu hal pasti, pintu untuk pulang telah terbuka lebar.



