Hamilton Menang di Barcelona, Leclerc Tertekan: Bisakah Ferrari Konsisten?
Baca dalam 60 detik
- Lewis Hamilton meraih kemenangan perdananya bersama Ferrari di GP Barcelona, mengakhiri dominasi Mercedes musim ini.
- Charles Leclerc gagal mencetak poin dalam dua balapan terakhir, diduga akibat masalah rem dan tekanan dari performa Hamilton.
- Ferrari masih tertinggal dalam hal tenaga mesin, namun upgrade aerodinamis dan rencana peningkatan mesin bisa mengubah persaingan.

Lewis Hamilton akhirnya memecah dominasi Mercedes musim ini dengan kemenangan perdananya bersama Ferrari di Grand Prix Barcelona, Minggu (15/6). Pebalap asal Inggris itu kini duduk di posisi kedua klasemen sementara dengan selisih 41 poin dari pemimpin kejuaraan, Kimi Antonelli, yang gagal finis akibat masalah teknis.
Kemenangan Hamilton di Sirkuit Barcelona-Catalunya menjadi yang ke-106 sepanjang kariernya, sekaligus membuktikan bahwa Ferrari mampu bersaing di papan atas. Namun, analis menilai keberhasilan ini belum cukup untuk menyebut Hamilton sebagai penantang gelar yang serius. Sejumlah faktor kebetulan turut berperan, termasuk strategi Mercedes yang kurang optimal dan kemunculan virtual safety car yang memberi Hamilton pit stop gratis.
Di sisi lain, rekan setim Hamilton, Charles Leclerc, justru mengalami masa sulit. Pebalap asal Monako itu gagal mencetak poin dalam dua balapan terakhir dan hanya finis di posisi ke-10 di Barcelona setelah start dari posisi ke-10. Menurut tim, Leclerc sempat berganti set-up rem untuk menyesuaikan dengan gaya Hamilton, namun justru mengalami kecelakaan di kualifikasi. โSaya mencoba meniru pengereman Hamilton di Tikungan 4, tapi itu tidak berhasil,โ ujar Leclerc.
Direktur tim Ferrari, Frederic Vasseur, mengakui bahwa Leclerc kesulitan dengan karakteristik pengereman mobil. โDia memiliki feeling yang baik dengan mobil, tapi perubahan strategi di tengah balapan membuatnya tidak nyaman,โ kata Vasseur. Meski demikian, Vasseur optimistis Leclerc akan kembali kompetitif setelah masalah teknis teratasi.
Situasi ini mengingatkan pada persaingan internal di Mercedes, di mana Kimi Antonelli dan George Russell saling berebut posisi. Manajer tim Mercedes, Toto Wolff, mengakui bahwa mereka perlu mengatur strategi agar kedua pebalap tidak saling menghambat, terutama dengan ancaman Ferrari yang mulai nyata. โAda pihak ketiga yang terlibat dalam perebutan gelar. Kami akan mendiskusikan cara terbaik untuk menanganinya,โ ujar Wolff.
Bagi pembaca di Indonesia, persaingan F1 musim ini menarik untuk diikuti karena menunjukkan bahwa dominasi satu tim bisa berubah cepat. Ferrari, yang memiliki basis penggemar besar di Indonesia, kini mulai menunjukkan taringnya. Dengan upgrade mesin yang dijanjikan, bukan tidak mungkin persaingan gelar akan semakin sengit di paruh kedua musim.
Ke depan, tiga balapan berikutnya di Austria, Inggris, dan Belgia akan menjadi ujian nyata bagi Ferrari. Sirkuit-sirkuit tersebut lebih mengandalkan tenaga mesin, yang saat ini menjadi kelemahan Ferrari. Jika upgrade mesin tidak segera hadir, Hamilton dan Leclerc mungkin harus puas bersaing di posisi ketiga atau keempat. Pertanyaannya, akankah Ferrari mampu menjaga konsistensi atau justru kembali terpuruk?



