Hamilton Patahkan Kutukan, Raih Kemenangan Perdana Bersama Ferrari di Barcelona
Baca dalam 60 detik
- Lewis Hamilton memenangi Grand Prix Barcelona-Catalunya, mengakhiri puasa kemenangan sejak GP Belgia 2024 dan menjadi pembalap tertua ketujuh yang menang di F1.
- Virtual Safety Car akibat mobil Fernando Alonso mogok menjadi titik balik, memungkinkan Hamilton melakukan pit stop tanpa kehilangan posisi terdepan.
- Kimi Antonelli yang memimpin klasemen mundur karena masalah kelistrikan, memberi keuntungan bagi Russell dan memperketat persaingan gelar juara.

Lewis Hamilton akhirnya mempersembahkan kemenangan perdana untuk Ferrari di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Minggu, setelah memanfaatkan momen Virtual Safety Car (VSC) yang mengubah jalannya balapan. Pembalap asal Inggris itu finis terdepan mengungguli George Russell (Mercedes) dan Lando Norris (McLaren), sekaligus memutus catatan tanpa kemenangan sejak GP Belgia 2024.
Balapan yang berlangsung dramatis ini menyajikan pertarungan strategi tiga pit stop Hamilton melawan dua pit stop milik Russell dan Antonelli. Tanpa VSC yang muncul akibat mobil Fernando Alonso mogok di Tikungan 9 pada lap 40, Hamilton kemungkinan besar harus puas mengejar dari posisi ketiga. Namun, periode VSC memberinya kesempatan melakukan pit stop dengan kehilangan waktu hanya 10 detik, sehingga ia tetap memimpin setelah keluar dari pit.
Kemenangan ini menjadi yang ke-106 bagi Hamilton sepanjang kariernya, sekaligus yang pertama sejak ia hengkang dari Mercedes ke Ferrari. "Semua kemenangan itu spesial dengan caranya sendiri, tapi yang ini berbeda. Saya tumbuh dengan menonton Ferrari menang di TV, dan sekarang saya mengalaminya sendiri," ujar Hamilton dalam wawancara usai balapan.
Di sisi lain, mimpi buruk menimpa Kimi Antonelli yang memimpin klasemen. Pembalap muda Mercedes itu baru saja melewati Russell untuk posisi kedua pada lap 61 ketika mobilnya tiba-tiba berhenti karena masalah kelistrikan. Ia mundur dari balapan hanya empat lap sebelum finis, memberikan kelegaan bagi Russell yang akhirnya finis kedua. "Kami kehilangan kemenangan yang sudah di depan mata, tapi setidaknya George bisa memanfaatkan situasi," komentar pimpinan tim Mercedes.
Bagi Ferrari, kemenangan ini menandai kembalinya mereka ke puncak setelah terakhir kali menang di GP Meksiko 2024. Ironisnya, keberhasilan Hamilton di Barcelona mengulang sejarah: kemenangan Ferrari sebelumnya di sirkuit ini pada 2013 juga diraih berkat Alonso, yang justru menjadi penyebab VSC kali ini. Sesi wawancara pasca-balapan pun diwarnai nostalgia, karena dipandu oleh Nico Rosbergโmantan rekan setim Hamilton yang pernah berseteru dengannya saat di Mercedes.
Di belakang tiga besar, Max Verstappen (Red Bull) finis keempat, diikuti Oscar Piastri (McLaren) dan Isack Hadjar (Red Bull). Rekan setim Hamilton, Charles Leclerc, harus rela pensiun dini karena kehilangan power steering pada waktu yang hampir bersamaan dengan kegagalan Antonelli. Balapan selanjutnya akan digelar di Red Bull Ring, Austria, pada 26-28 Juni.
Kemenangan Hamilton ini tidak hanya mengubah peta persaingan gelar juara, tetapi juga menegaskan bahwa Ferrari kembali menjadi ancaman serius. Pertanyaannya, mampukah mereka mempertahankan momentum ini di lintasan-lintasan berikutnya?



