BGN Bantah Keras Tuduhan Dana MBG Dialirkan ke Presiden: Itu Hoaks
Baca dalam 60 detik
- Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi membantah narasi yang menyebut dana program Makan Bergizi Gratis (MBG) dibagi-bagikan hingga ke Presiden, dan menegaskan klaim tersebut adalah disinformasi.
- Kepala BGN Nanik S. Deyang menyatakan tidak pernah mengeluarkan pernyataan sebagaimana yang beredar di media sosial, dan mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi informasi.
- BGN mengingatkan bahwa seluruh informasi resmi hanya disampaikan melalui kanal komunikasi resmi, dan meminta publik tidak menjadikan konten di luar saluran tersebut sebagai rujukan.

Badan Gizi Nasional (BGN) angkat bicara setelah beredar luas narasi di media sosial yang menuduh adanya pembagian keuntungan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden. Dalam pernyataan resmi yang dirilis Sabtu (13/6), BGN dengan tegas menyebut tuduhan tersebut sebagai hoaks dan tidak memiliki dasar kebenaran.
Kepala BGN Nanik S. Deyang menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyampaikan pernyataan seperti yang diklaim dalam pesan berantai di aplikasi percakapan dan platform digital. "Saya tidak pernah menyampaikan pernyataan sebagaimana yang dicantumkan dalam pesan yang beredar," ujarnya di Jakarta. BGN menilai penyebaran informasi ini merupakan upaya sistematis untuk menciptakan kegaduhan publik dan mendelegitimasi program prioritas pemerintah.
Narasi yang beredar tidak hanya mencatut nama Nanik, tetapi juga menyebut mantan Kepala BGN Dadan Hindayana serta dugaan aliran dana MBG ke Istana. BGN menekankan bahwa seluruh tuduhan itu tidak berdasar dan berpotensi menyesatkan masyarakat. Lembaga ini mengingatkan bahwa pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab kerap menggunakan nama pejabat publik untuk membangun narasi provokatif yang memicu reaksi emosional warganet.
Dalam keterangan yang sama, Nanik mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. "Masyarakat perlu memastikan kebenaran informasi melalui sumber resmi. Jangan mudah mempercayai ataupun menyebarkan informasi yang tidak jelas asal-usulnya," katanya. Imbauan ini menjadi penting mengingat maraknya disinformasi yang menyasar program-program strategis pemerintah, termasuk MBG yang menyasar perbaikan gizi anak sekolah.
BGN menegaskan bahwa seluruh informasi resmi lembaga hanya disampaikan melalui kanal komunikasi resmi, seperti konferensi pers, situs web, dan akun media sosial yang telah terverifikasi. Masyarakat diminta tidak menjadikan informasi yang beredar di luar saluran tersebut sebagai rujukan yang sah. Langkah ini diambil untuk menjaga akuntabilitas dan transparansi program MBG yang tengah berjalan.
Lebih lanjut, Nanik mengajak publik untuk turut serta menjaga ruang digital yang sehat dengan mengedepankan fakta dan tidak mudah terpengaruh oleh konten manipulatif. "Kami mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia digital serta mengedepankan verifikasi informasi. BGN akan terus fokus menjalankan tugas dan program pelayanan kepada masyarakat sesuai amanat yang diberikan pemerintah," tutupnya.
Ke depan, BGN berharap masyarakat tidak terjebak pada provokasi yang dapat mengganggu pelaksanaan program MBG. Pertanyaan yang kini mengemuka adalah sejauh mana literasi digital masyarakat mampu menangkal gelombang disinformasi yang menyasar program-program publik, dan apakah regulasi yang ada cukup untuk menjerat para penyebar hoaks.



