Kejutan di Bath: Exeter Bangkit di Babak Kedua, Lolos ke Final Premiership
Baca dalam 60 detik
- Exeter Chiefs membalikkan defisit 16 poin untuk menaklukkan juara bertahan Bath 27-26 di semifinal Premiership Rugby.
- Kemenangan tandang ini menjadi yang kedua dalam satu dekade terakhir, mengantarkan Exeter ke final ketujuh mereka melawan Northampton Saints.
- Kegagalan Bath memanfaatkan peluang emas di menit akhir, termasuk 40 fase tanpa tendangan drop goal, menjadi sorotan utama laga.

Exeter Chiefs memastikan tiket ke final Premiership Rugby setelah menumbangkan juara bertahan Bath dengan skor 27-26 di Recreation Ground, Sabtu (14/6). Tertinggal 10-26 saat turun minum, tim tamu bangkit dengan 17 poin tanpa balas di babak kedua, menjadikan mereka hanya tim kedua dalam satu dekade terakhir yang memenangi semifinal di kandang lawan.
Kebangkitan Exeter dimulai dari try Christ Tshiunza yang memperkecil ketertinggalan, sebelum Ben Hammersley, Greg Fisilau, dan Ethan Burger bergantian menyentuh garis akhir. Bath yang tampil dominan di babak pertama justru kehilangan ritme setelah Joe Cokanasiga diganjar kartu kuning. Pelatih Bath, Johann van Graan, mengakui timnya gagal mengelola tekanan di momen krusial.
“Kami kehilangan fokus saat unggul jauh. Exeter bermain lebih cerdas di babak kedua,” ujar van Graan dalam konferensi pers seusai laga. Statistik mencatat Exeter hanya menguasai 38 persen penguasaan bola tetapi berhasil mencatatkan empat try berbanding empat milik Bath. Efisiensi menjadi kunci kebangkitan tim asuhan Rob Baxter.
Bath sebenarnya memiliki peluang emas untuk memenangkan pertandingan di menit-menit akhir. Mereka menjalani lebih dari 40 fase serangan tepat di depan garis try Exeter, namun memilih untuk tidak mengambil tendangan drop goal. Keputusan itu berujung fatal ketika bola akhirnya diadang di garis. “Kami percaya bisa mencetak try, tapi Exeter bertahan luar biasa,” kata kapten Bath, Ben Spencer.
Kemenangan ini membawa Exeter ke final Premiership untuk ketujuh kalinya dalam sejarah klub. Mereka akan berhadapan dengan Northampton Saints di Allianz Stadium, Sabtu depan. Bagi penggemar rugbi di Indonesia, pertandingan ini bisa disaksikan melalui layanan streaming resmi Premiership Rugby, yang semakin populer seiring meningkatnya minat terhadap olahraga ini di Tanah Air.
Perjalanan Exeter musim ini menjadi bukti bahwa ketahanan mental dan strategi adaptif mampu mengubah peta pertandingan. Rob Baxter, pelatih kepala Exeter, menekankan pentingnya kebangkitan di babak kedua. “Kami tidak panik saat tertinggal. Kami hanya perlu memperbaiki beberapa detail dan bermain lebih disiplin,” ujarnya. Pertanyaan besarnya kini: mampukah Exeter mengulang kejutan di partai puncak melawan Northampton yang musim ini tampil konsisten?



