Persija Targetkan Gelar Juara BRI Super League 2026/2027 sebagai Kado 500 Tahun Jakarta
Baca dalam 60 detik
- Manajemen Persija Jakarta menetapkan target juara BRI Super League musim depan bertepatan dengan perayaan lima abad Ibu Kota pada Juni 2027.
- Penunjukan Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala diharapkan mampu membangun skuad solid dan disiplin, mengingat rekam jejaknya membesut Timnas Indonesia.
- Sesepuh Jakmania mendukung langkah ini, namun mengingatkan pentingnya memberi waktu bagi pelatih untuk berproses tanpa tekanan berlebihan.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5468758/original/019554400_1768014379-The_Jakmania_Persija-19.jpg)
Manajemen Persija Jakarta menetapkan target ambisius untuk merebut gelar juara BRI Super League 2026/2027, yang bertepatan dengan perayaan 500 tahun Jakarta pada 22 Juni 2027. Keputusan ini diambil setelah Macan Kemayoran lama tidak merasakan gelar kasta tertinggi sejak 2018, dan musim lalu hanya finis di posisi ketiga.
Untuk mewujudkan target tersebut, Persija melakukan gebrakan dengan menunjuk Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala menggantikan Mauricio Souza. Shin Tae-yong bukan nama asing di sepak bola Indonesia; ia menukangi Timnas Indonesia dari 2020 hingga Januari 2025, sukses membawa tim U-23 ke semifinal Piala Asia U-23 2024 dan tim senior ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Kedisiplinan dan kemampuannya mengorbitkan pemain muda seperti Pratama Arhan dan Asnawi Mangkualam menjadi modal utama.
Direktur Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, menyebutkan bahwa Shin Tae-yong dikontrak selama tiga tahun dan diberi keleluasaan untuk membangun tim. Anggaran transfer dan kebutuhan skuad masih dalam pembahasan, namun manajemen telah mengonfirmasi perekrutan Mariano Peralta yang mendapat respons positif dari pelatih asal Korea Selatan itu.
Langkah ini mendapat dukungan dari sesepuh Jakmania, Irlan Alarancia. Ia optimistis Persija bisa juara di tahun bersejarah tersebut. "Gua yakin banget, tahun depan Persija bisa juara di tahun yang penting, yakni 500 tahun atau lima abad Jakarta," ujarnya melalui kanal YouTube Bola Bung Binder. Namun, ia juga mengingatkan agar manajemen tidak terlalu cepat mengambil keputusan jika target tidak tercapai. "Kalau dengar Panca ngomong, STY dikontrak tiga tahun dan dibiarkan untuk berproses. Kita tunggu saja benar enggak statementnya itu," tambah Irlan.
Keputusan menunjuk Shin Tae-yong juga memicu diskusi di kalangan suporter. Banyak yang berharap pelatih berusia 55 tahun itu mampu membawa perubahan signifikan, terutama dalam hal disiplin dan pengembangan pemain muda. Namun, ada pula yang skeptis mengingat tekanan tinggi untuk segera juara. Irlan menekankan pentingnya konsistensi: "Jangan satu tahun dikontrak, tapi diputus misalnya cuman satu tahun. Teman-teman akhirnya ngritik. Kenapa enggak manajemen aja yang diganti."
Dengan target yang jelas dan dukungan penuh dari suporter, Persija berada di persimpangan antara ambisi dan realitas. Pertanyaan besarnya: apakah Shin Tae-yong mampu mengulang sukses di level klub seperti yang ia lakukan di timnas? Atau justru tekanan target juara yang membebani? Hanya waktu yang akan menjawab, namun satu hal pasti, musim depan akan menjadi ujian besar bagi Macan Kemayoran.



