New Zealand Gagal Raih Kemenangan Perdana di Piala Dunia, Pelatih Sesalkan Peluang Terbuang
Baca dalam 60 detik
- Timnas Selandia Baru harus puas bermain imbang 2-2 melawan Iran pada laga perdana Grup G Piala Dunia.
- Hasil ini memperpanjang catatan tanpa kemenangan All Whites di ajang Piala Dunia setelah tujuh pertandingan.
- Pelatih Darren Bazeley menilai performa timnya sudah menunjukkan kualitas, namun mengakui kehilangan peluang emas untuk mencetak sejarah.
Timnas Selandia Baru kembali gagal memutus kutukan tanpa kemenangan di Piala Dunia setelah hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Iran dalam laga perdana Grup G, Senin (15/6) waktu setempat. Hasil ini membuat All Whites masih belum merasakan kemenangan dalam tujuh pertandingan di tiga edisi turnamen, meski sempat unggul dua kali lewat brace Elijah Just.
Pertandingan yang berlangsung di Inglewood, California, itu menyajikan duel sengit sejak menit awal. Iran dua kali tertinggal dan dua kali pula mampu menyamakan kedudukan, dengan gol penyeimbang dicetak oleh Mohammad Mohebbi memanfaatkan umpan silang sempurna di menit-menit akhir. Pelatih Selandia Baru, Darren Bazeley, mengakui timnya tampil impresif namun satu kesalahan kecil di lini belakang berakibat fatal.
“Mungkin ini penampilan terbaik kami sejak saya menangani All Whites. Kami menunjukkan kepada dunia siapa kami dan kualitas pemain kami,” ujar Bazeley dalam konferensi pers usai laga. Namun, ia tak bisa menyembunyikan kekecewaan karena gagal mengamankan kemenangan perdana yang sudah di depan mata. “Kami datang untuk menang, dan hari ini kami sangat dekat dengan sejarah. Itu menyakitkan.”
Hasil imbang ini membuat peta persaingan Grup G semakin ketat. Seluruh tim—Selandia Baru, Iran, Belgia, dan Mesir—kini mengoleksi satu poin setelah Belgia dan Mesir juga bermain imbang 1-1 pada laga sebelumnya. Bagi Selandia Baru, ini adalah penampilan ketiga mereka di putaran final Piala Dunia setelah edisi 1982 dan 2010, namun torehan tanpa kemenangan terus berlanjut.
Bazeley menekankan bahwa timnya telah menunjukkan konsistensi dalam menciptakan peluang, sesuatu yang jarang terjadi pada laga-laga sebelumnya. “Kami terus membangun performa dari tahun ke tahun. Hari ini kami lebih konsisten dalam menciptakan momen positif,” katanya. Ia optimistis para pemainnya akan kembali menciptakan kejutan di sisa turnamen, meski harus menghadapi Belgia dan Mesir yang secara peringkat lebih diunggulkan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perjuangan Selandia Baru ini bisa menjadi cermin bagi timnas Garuda yang juga kerap kesulitan di panggung internasional. Meski belum pernah lolos ke Piala Dunia, Indonesia dapat belajar dari kegigihan All Whites yang terus membangun tim dari tahun ke tahun, meski tanpa kemenangan. Keberanian Selandia Baru menghadapi tim-tim besar menunjukkan bahwa mentalitas dan konsistensi bisa menjadi modal berharga.
Pertanyaan selanjutnya: mampukah Selandia Baru memutus puasa kemenangan pada laga berikutnya melawan Belgia, atau justru Iran yang akan bangkit setelah hasil imbang ini? Satu hal yang pasti, Grup G masih menyimpan banyak drama.



