Mancini Kembali Menukangi Italia: Harapan Baru di Tengah Krisis
Baca dalam 60 detik
- FIGC menunjuk Roberto Mancini sebagai pelatih tim nasional Italia untuk kedua kalinya setelah Andrea Pirlo mundur karena kontroversi.
- Mancini dianggap sebagai sosok ideal untuk membangun kembali skuad Azzurri yang gagal lolos ke tiga Piala Dunia beruntun.
- Keputusan ini mengakhiri spekulasi dan memberikan stabilitas jelang kualifikasi EURO 2028.

Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) resmi menunjuk Roberto Mancini sebagai pelatih tim nasional untuk periode kedua, Rabu (6/12/2025), mengakhiri kekosongan kursi pelatih yang ditinggalkan Gennaro Gattuso pada April lalu.
Gattuso mundur setelah Italia kembali gagal menembus putaran final Piala Duniaโketiga kalinya berturut-turut bagi empat kali juara dunia tersebut. Kekalahan di babak playoff kontra Ukraina menjadi pukulan telak bagi sepak bola Italia yang tengah berusaha bangkit.
FIGC sempat mengarahkan jabatan itu kepada Andrea Pirlo, tetapi mantan gelandang Juventus tersebut menarik diri pada Senin setelah muncul kontroversi terkait keterlibatannya dengan perusahaan taruhan Rusia. Tekanan publik dan keraguan atas integritasnya memaksa Pirlo mundur, membuat federasi bergerak cepat mencari alternatif.
Presiden FIGC Giovanni Malago menyatakan, "Saya yakin orang yang paling tepat menjadi pelatih kepala adalah Roberto Mancini." Malago menggarisbawahi pengalaman dan rekam jejak Mancini sebagai modal utama memulihkan kepercayaan publik. Mancini sendiri telah dijadwalkan menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun dengan opsi perpanjangan.
Kembalinya Mancini disambut dengan antusias oleh para pengamat. Analis sepak bola yang berbasis di Roma, Fabrizio Romano, menilai bahwa Mancini mampu membangun kembali identitas permainan Italia yang sempat hilang. "Ia tidak hanya pelatih, tapi juga arsitek mentalitas. Italia butuh figur kuat seperti dia," ujar Romano kepada media lokal.
Konteks ini menarik perhatian publik sepak bola Indonesia, yang mayoritas mendukung tim-tim Eropa. Banyak penggemar Italia di Indonesia menaruh harapan besar agar Mancini mampu membawa Azzurri kembali berjaya, terutama di ajang EURO 2028 yang akan datang. Pembinaan pemain muda dan taktik modern menjadi kunci yang dinantikan.
Ke depannya, Mancini dihadapkan pada tugas berat: mengintegrasikan generasi baru pemain seperti Nicolรฒ Barella dan Sandro Tonali dengan veteran seperti Lorenzo Insigne. Dengan kualifikasi Piala Dunia 2030 masih jauh, fokus utama adalah konsistensi di turnamen regional. Pertanyaannya, sanggupkah Mancini mengulang keajaiban EURO 2020 dan membawa Italia kembali ke puncak?



