Tottenham Ditawari Striker AC Milan yang Pernah Dihargai Rp1,5 Triliun
Baca dalam 60 detik
- Agen Santiago Gimenez menawarkan striker Meksiko itu ke Tottenham pada Jumat lalu di tengah performa buruknya di AC Milan.
- Gimenez, yang pernah dihargai £86 juta oleh Feyenoord, gagal mencetak gol di Serie A musim 2025/26 dan mulai mencari peluang hengkang.
- Tottenham perlu mempertimbangkan harga Milan, sementara Richarlison akan habis kontrak tahun depan, membuka peluang lini depan baru.

Tottenham Hotspur kembali menjadi pusat perhatian bursa transfer musim panas ini setelah agen Santiago Gimenez dikabarkan menawarkan striker AC Milan tersebut ke klub London utara pada Jumat lalu. Langkah ini muncul di tengah ketidakpastian masa depan pemain asal Meksiko itu di Serie A, yang gagal memenuhi ekspektasi tinggi setelah pindah dari Feyenoord.
Menurut jurnalis Calciomercato Daniele Longo, perantara telah melakukan kontak dengan Spurs, sementara Lazio juga disebut-sebut sebagai peminat. Gimenez, yang kini berusia 25 tahun, pernah menjadi salah satu penyerang paling ditakuti di Eredivisie dengan catatan 65 gol dalam 105 pertandingan untuk Feyenoord. Pada 2023, klub Belanda itu bahkan membanderolnya sekitar £86 juta—angka yang mencerminkan reputasinya sebagai prospek emas sepak bola Eropa.
Namun, musim perdananya di Milan berjalan mengecewakan. Ia menyelesaikan musim 2025/26 tanpa satu pun gol di Serie A, meskipun sempat menunjukkan kilatan kualitas. Performa ini kontras dengan masa jayanya di Belanda, yang membuatnya tetap masuk skuad Piala Dunia Meksiko. Kini, Gimenez memasuki usia prima karier, dan pergerakannya di kotak penalti, kemampuan penyelesaian akhir, serta postur fisiknya masih menjadi daya tarik bagi klub yang membutuhkan gol.
Ketertarikan Tottenham pada Gimenez masuk akal mengingat situasi kontrak Richarlison yang akan berakhir musim panas mendatang. Dengan kemungkinan kehilangan striker Brasil itu secara gratis, Spurs perlu mengamankan pengganti yang mumpuni. Namun, kesepakatan sangat bergantung pada harga yang diminta Milan. Klub Italia itu mungkin enggan melepas dengan harga murah setelah menginvestasikan dana besar untuk merekrutnya dari Feyenoord.
Di sisi lain, Tottenham juga aktif di lini lain. Prioritas utama mereka tetap bek Brighton Jan Paul van Hecke, dengan negosiasi yang rumit setelah Brighton menunjukkan minat pada bek muda Spurs Luka Vuskovic yang dinilai sekitar £30 juta. Selain itu, klub juga dikabarkan mengejar winger Brasil Savinho untuk menambah kecepatan dan kreativitas di lini serang. Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Tottenham ini menarik karena klub kerap menjadi barometer transfer pemain top Eropa, dan keputusan mereka bisa memengaruhi persaingan di Premier League yang banyak diikuti di Tanah Air.
Pertanyaan besarnya: akankah Tottenham mengambil risiko pada striker yang sedang kehilangan ketajaman, atau justru memanfaatkan momen untuk mendapatkan pemain dengan harga lebih murah? Dengan jendela transfer yang masih terbuka, keputusan Spurs dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan bentuk lini depan mereka untuk musim depan.



