Christina Applegate: Humor Kering di Tengah Badai Multiple Sclerosis
Baca dalam 60 detik
- Aktris Christina Applegate tetap mempertahankan humor sarkastiknya saat berjuang melawan Multiple Sclerosis (MS), menurut rekan mainnya David Faustino.
- Sejak didiagnosis pada 2021, Applegate jarang tampil di publik dan telah dirawat di rumah sakit lebih dari 30 kali karena rasa sakit yang tak tertahankan.
- Kisah Applegate menyoroti pentingnya dukungan sosial dan mekanisme koping positif bagi penderita penyakit kronis, relevan dengan meningkatnya kesadaran MS di Indonesia.

Christina Applegate, aktris yang dikenal lewat perannya sebagai Kelly Bundy dalam sitkom legendaris Married… With Children, tetap mempertahankan selera humornya yang khas—sarkastik dan kering—meskipun harus berjuang melawan Multiple Sclerosis (MS), penyakit autoimun yang melemahkan. Hal ini diungkapkan oleh rekan mainnya, David Faustino, yang memerankan adiknya di layar kaca, Bud Bundy.
Dalam wawancara dengan Us Weekly, Faustino mengaku kagum pada ketangguhan Applegate. “Sangat sulit bagiku untuk memahami bagaimana rasanya hidup dengan penyakit yang melemahkan. Aku hanya bisa melihat dari pengalamannya dan apa yang dia ceritakan,” ujarnya. “Aku mengagumi kekuatannya menghadapi ini, meskipun ini pukulan berat. Sangat sulit baginya, tapi dia tetap mempertahankan humornya.”
Applegate, yang kini berusia 54 tahun, didiagnosis MS pada 2021. Sejak itu, ia jarang terlihat di karpet merah atau acara publik. Namun, Faustino menegaskan bahwa humor kering dan sarkastik yang sudah melekat pada diri Applegate sejak pertama kali mereka bertemu tetap menjadi senjata utamanya. “Dia melewati ini dengan humor. Itulah caranya bergerak,” tambah Faustino.
Pada Maret 2025, Applegate mengungkapkan dalam podcastnya bahwa ia telah dirawat di rumah sakit lebih dari 30 kali karena rasa sakit yang “tak terbayangkan”. “Selama tiga tahun sejak didiagnosis, aku dirawat di rumah sakit lebih dari 30 kali karena muntah, diare, dan rasa sakit yang tak terbayangkan,” katanya. “Mereka melakukan semua tes yang ada pada manusia, memasukkan begitu banyak radiasi ke dalam tubuhku dari CT scan dan lainnya.”
Kisah Applegate bukan hanya tentang seorang selebriti yang berjuang melawan penyakit. Di Indonesia, kesadaran akan Multiple Sclerosis masih rendah. Menurut data Kementerian Kesehatan, prevalensi MS di Indonesia diperkirakan sekitar 5 per 100.000 penduduk, jauh lebih rendah dibandingkan negara Barat, namun diagnosis sering terlambat karena gejalanya mirip dengan penyakit lain. Kisah Applegate bisa menjadi pengingat bahwa dukungan sosial dan mekanisme koping positif—seperti humor—sangat penting bagi penderita penyakit kronis.
Faustino menegaskan bahwa ia akan selalu menjadi pendukung bagi Applegate. “Aku ada di timnya, memberinya cinta sebanyak yang aku bisa,” ujarnya. Pertanyaannya, akankah publik dan sistem kesehatan Indonesia mampu memberikan dukungan serupa bagi para pejuang MS di tanah air?



