Vinicius Jr. Banting Setir: Bukan Soal Gelar Individu, Tapi Membawa Brasil Kembali ke Puncak
Baca dalam 60 detik
- Vinicius Jr. menegaskan misi utamanya di Piala Dunia 2026 adalah membawa Brasil juara, bukan mengejar penghargaan pribadi.
- Kegagalan di perempat final dua edisi terakhir membuat skuad Brasil bertekad mengubah pendekatan dan belajar dari kesalahan.
- Dukungan penuh dari pelatih Carlo Ancelotti menjadi kunci performa Vinicius, yang kini dalam kondisi fisik prima.
Vinicius Jr. datang ke Amerika Serikat bukan untuk mengejar piala individu atau sorotan media, melainkan dengan satu misi: mengembalikan Brasil ke puncak sepak bola dunia. Dalam konferensi pers jelang laga pembuka melawan Maroko, Minggu (14/6), pemain sayap Real Madrid itu menegaskan bahwa ambisi tim jauh di atas ambisi pribadi.
"Saya tidak peduli dengan gelar individu. Saya di sini bukan untuk menjadi MVP, tapi untuk membantu Brasil memenangkan gelar Piala Dunia keenam," ujar Vinicius di East Rutherford, New Jersey, Jumat (12/6) waktu setempat. Brasil telah menanti gelar tersebut selama 24 tahun—terakhir kali juara pada 2002. Dua edisi terakhir, mereka tersingkir di perempat final, termasuk kekalahan dramatis dari Kroasia melalui adu penalti di Qatar 2022.
Bagi Vinicius, pengalaman pahit itu menjadi pelajaran berharga. "Piala Dunia berbeda dari turnamen lain. Yang terakhir mengajarkan bahwa kami harus siap hingga menit akhir. Kami harus melakukan sesuatu dengan cara berbeda—pelajaran yang sudah dipetik," katanya. Ia menekankan pentingnya konsentrasi penuh selama 90 menit, seperti yang selalu diingatkan oleh pelatih Carlo Ancelotti.
Vinicius mengaku berada dalam kondisi fisik terbaik setelah musim yang bebas cedera. Ia menyebut turnamen ini sebagai "momen paling penting dan istimewa" dalam kariernya. Pengalaman bermain lebih banyak pertandingan dan kematangan yang diperoleh sejak Piala Dunia lalu membuatnya semakin percaya diri. "Saya di sini untuk tampil luar biasa," tegasnya.
Salah satu faktor kunci di balik performa Vinicius adalah hubungannya dengan Ancelotti. Pelatih asal Italia itu, yang kini menangani Brasil, memberikan kebebasan ekspresi kepada pemain bintangnya. "Bermain untuk Ancelotti itu istimewa karena dia memberi saya kebebasan untuk melakukan yang terbaik. Bukan hanya soal mencetak gol, tapi bermain bagus. Jumlah gol tidak penting, yang penting tim," jelas Vinicius. Ancelotti selalu menekankan bahwa detail kecil bisa membuat perbedaan besar di Piala Dunia.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pernyataan Vinicius ini mengingatkan pada pentingnya mentalitas tim dalam turnamen besar. Timnas Indonesia sendiri tengah berjuang untuk tampil di Piala Dunia, dan semangat kolektif seperti yang ditunjukkan Vinicius bisa menjadi inspirasi. Meski Brasil adalah favorit, tekanan untuk mengakhiri puasa gelar justru bisa menjadi bumerang jika tidak dikelola dengan baik.
Pertandingan Brasil melawan Maroko akan menjadi ujian awal apakah tekad Vinicius dan rekan-rekannya cukup kuat untuk membawa pulang trofi. Dengan skuad yang diisi pemain-pemain berbakat, Brasil tetap menjadi kandidat kuat, meski persaingan dari negara-negara Eropa dan Argentina tidak bisa diremehkan. Akankah Vinicius mampu mewujudkan janjinya? Jawabannya akan mulai terlihat di lapangan hijau Amerika Serikat.


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259834/original/043850500_1781514865-ChatGPT_Image_Jun_15__2026__04_11_52_PM.jpg)
