Kylian Mbappe di Persimpangan: Tekanan Besar Menjelang Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Kylian Mbappe memasuki Piala Dunia 2026 dengan sorotan tajam setelah musim tanpa trofi di Real Madrid dan kritik terhadap kepemimpinannya.
- Rekornya di Piala Dunia (12 gol dalam 14 laga) menjadikannya ancaman serius, hanya butuh 4 gol untuk menyamai rekor Miroslav Klose.
- Dukungan penuh dari rekan setim seperti Ousmane Dembele dan Lucas Hernandez menegaskan Mbappe tetap menjadi andalan Prancis di turnamen besar.
Kylian Mbappe akan memulai perjalanannya di Piala Dunia 2026 bersama timnas Prancis dengan beban berat di pundaknya. Setelah musim yang penuh gejolak di Real Madrid—tanpa satu pun trofi meski menjadi pencetak gol terbanyak La Liga—sorotan tajam kini tertuju pada kapten Les Bleus tersebut. Laga pembuka melawan Senegal pada Selasa mendatang menjadi panggung pertama bagi Mbappe untuk membungkam kritik yang terus berdatangan.
Musim lalu, Mbappe gagal mencetak gol dalam dua laga uji coba melawan Pantai Gading dan Irlandia Utara. Real Madrid pun tersingkir dari Liga Champions dan kehilangan gelar domestik. Performa, kepemimpinan, dan tingkah lakunya di luar lapangan menjadi bahan perdebatan hangat di kalangan pengamat sepak bola. Mantan pemain timnas Prancis, Frank Leboeuf, bahkan mempertanyakan apakah Mbappe sosok yang tepat sebagai kapten setelah menggantikan Hugo Lloris pada 2023.
Namun, di dalam skuad Prancis, dukungan untuk Mbappe tak tergoyahkan. Ousmane Dembele, peraih Ballon d'Or dan sahabat lama Mbappe, menilai kritik yang dialamatkan kepadanya sudah kelewat batas. "Kritik terhadapnya sangat tidak adil," ujar Dembele kepada Marca. "Beberapa orang terlalu berlebihan karena dia adalah Kylian Mbappe. Mereka seharusnya tidak terus-menerus menyerangnya. Entah dia mengikat tali sepatu atau tidak, menarik kaus kaki atau tidak, itu sudah terlalu jauh. Dia tetaplah manusia. Bersama timnas Prancis, dia sangat baik, dia adalah pemimpin."
Bek Lucas Hernandez juga angkat bicara. "Saat Anda adalah Kylian Mbappe, semua orang memperhatikan setiap hal yang Anda lakukan, di dalam dan di luar lapangan," katanya. "Dia 100 persen termotivasi untuk Piala Dunia. Semua kritik musim ini akan dia bungkam." Pernyataan Hernandez menegaskan bahwa Mbappe tetap fokus dan siap membuktikan diri di turnamen yang menjadi panggung favoritnya.
Piala Dunia selalu menjadi ajang di mana Mbappe jarang mengecewakan. Ia telah mencetak 12 gol dalam 14 pertandingan, hanya tertinggal empat gol dari rekor Miroslav Klose. Dengan satu gol tambahan, ia akan menyamai catatan Olivier Giroud sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Prancis. Pelatih Didier Deschamps, yang menjalani turnamen terakhirnya sebagai pelatih, tentu berharap Mbappe bisa tampil gemilang dan membawa Prancis kembali ke puncak.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, performa Mbappe selalu menjadi tontonan menarik. Banyak yang menantikan apakah ia mampu mengatasi tekanan dan menunjukkan kelasnya di panggung terbesar. Dengan rekor impresif di Piala Dunia, Mbappe memiliki modal besar untuk membungkam kritik dan membawa Prancis meraih gelar juara. Namun, pertanyaan besarnya: akankah tekanan yang mengelilinginya justru menjadi bumerang?



