Banjir Bandang Buleleng: Mahasiswa Tewas Terseret Arus di Belakang Rumah
Baca dalam 60 detik
- Ricardo Razaq Alghivieri, 20 tahun, ditemukan meninggal di bawah reruntuhan rumahnya setelah terseret banjir di Perum Griya Mahadewa, Buleleng.
- Tim SAR gabungan melakukan penyisiran dari sungai hingga Pantai Pengambengan, Jembrana, sebelum korban ditemukan pada Jumat sore.
- Evakuasi berlangsung hati-hati karena struktur bangunan labil, jenazah dibawa ke RSUD Buleleng menggunakan ambulans PMI.

Seorang mahasiswa berusia 20 tahun, Ricardo Razaq Alghivieri, ditemukan tewas setelah terseret arus banjir yang menerjang rumahnya di Perum Griya Mahadewa, Desa Bakti Seraga, Kabupaten Buleleng, Bali, Jumat (12/6) siang. Korban yang merupakan warga Blok A4 perumahan tersebut dilaporkan hilang sejak pukul 12.30 WITA saat banjir melanda kawasan itu.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan dari seorang warga bernama Waskita sekitar pukul 13.55 WITA. Banjir dengan arus deras dilaporkan menghantam sebagian rumah korban yang berada tepat di belakang sungai. Warga setempat sempat melakukan pencarian mandiri, namun belum membuahkan hasil hingga akhirnya keluarga memutuskan melapor ke otoritas terkait.
Tim SAR dari Pos Buleleng langsung dikerahkan dengan delapan personel. Namun, jarak tempuh dari pos ke lokasi mencapai satu setengah jam, sehingga proses pencarian baru dimulai secara optimal pada sore hari. Tim dibagi ke dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir daerah terdampak banjir dan aliran sungai hingga ke muara.
Koordinator Pos SAR Buleleng, Kadek Donny Indrawan, menjelaskan bahwa pencarian awal difokuskan di beberapa titik yang diduga menjadi lokasi terseretnya korban. Salah satu SRU menyisir sungai hingga ke Pantai Pengambengan, Kabupaten Jembrana. Informasi penemuan korban akhirnya diterima pada pukul 16.15 WITA, di mana Ricardo ditemukan di bawah reruntuhan bangunan rumahnya sendiri.
Proses evakuasi berlangsung hingga pukul 17.12 WITA. Tim SAR bekerja ekstra hati-hati karena kondisi bangunan yang masih labil pascabanjir. Setelah berhasil dikeluarkan, jenazah Ricardo langsung dibawa ke RSUD Buleleng menggunakan ambulans PMI setempat. Peristiwa ini menambah daftar panjang bencana hidrometeorologi yang kerap melanda wilayah Bali pada musim hujan, terutama di daerah dengan topografi rawan banjir seperti Buleleng.
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi banjir bandang, khususnya bagi warga yang bermukim di dekat aliran sungai. Pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat sistem peringatan dini dan memastikan infrastruktur penahan banjir memadai. Pertanyaan yang mengemuka: apakah sudah ada langkah konkret untuk memitigasi risiko serupa di perumahan-perumahan lain yang berada di bantaran sungai?

