Ancelotti Akui Brasil Belum Padu: Hasil Imbang Lawan Maroko Jadi Alarm
Baca dalam 60 detik
- Brasil hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026, dengan gol Vinicius Jr membalas keunggulan Maroko.
- Pelatih Carlo Ancelotti mengkritik performa tim yang tidak seimbang dan gugup di babak pertama, serta mengisyaratkan akan ada perubahan susunan pemain ke depan.
- Hasil ini menjadi peringatan bagi Brasil yang akan menghadapi Haiti pada laga kedua, sekaligus membuka peluang persaingan ketat di grup.
Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, dengan terus terang mengakui bahwa timnya masih jauh dari performa ideal setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 di Stadion New York/New Jersey, East Rutherford, Sabtu (13/6) waktu setempat. Hasil ini menjadi sinyal awal bahwa perjalanan Brasil menuju gelar juara dunia tidak akan mulus.
Dalam pertandingan yang berlangsung di hadapan puluhan ribu pendukung, Brasil justru tertinggal lebih dulu pada menit ke-21. Maroko, yang tampil dengan pertahanan rapat dan serangan balik cepat, berhasil membuka skor melalui Ismael Saibari yang memanfaatkan umpan terobosan Brahim Diaz. Gol tersebut membuat Brasil tampil semakin tertekan dan kehilangan ritme permainan.
Ancelotti tidak menutupi kekurangan timnya. โKami tidak bermain baik: banyak kehilangan bola, tim sangat tidak seimbang, dan saya pikir kami harus tampil lebih baik,โ ujarnya usai pertandingan. Ia menilai anak asuhnya tampil gugup dan kerap melakukan kesalahan sendiri di babak pertama. Meskipun Vinicius Jr berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-32 melalui tendangan melengkung dari sisi kiri yang bersarang di pojok atas gawang, Ancelotti menilai permainan Brasil masih jauh dari standar yang diharapkan.
Pada babak kedua, Ancelotti melakukan sejumlah pergantian pemain yang membuat permainan Brasil sedikit membaik. Namun, upaya mereka untuk mencetak gol kedua selalu kandas di hadapan pertahanan rendah Maroko yang disiplin. โSaya tidak kecewa dengan hasil ini, tapi juga tidak puas,โ tambah Ancelotti. Ia menegaskan bahwa komposisi starting eleven tidak akan tetap sama sepanjang turnamen, menandakan bahwa evaluasi besar akan dilakukan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, hasil ini menjadi pengingat bahwa persaingan di Piala Dunia 2026 semakin ketat. Brasil, yang selama ini dijagokan sebagai kandidat kuat juara, justru kesulitan menghadapi Maroko yang notabene bukan unggulan. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada tim yang bisa meremehkan lawan, termasuk saat menghadapi tim-tim dari Afrika atau Asia yang kini semakin percaya diri. Pelajaran berharga bagi Timnas Indonesia jika suatu saat mampu tampil di panggung dunia: konsistensi dan kesiapan mental menjadi kunci.
Ancelotti menutup pernyataannya dengan filosofi yang sering ia pegang: โKamu tidak memenangi Piala Dunia hanya dari pertandingan pertama.โ Brasil akan menghadapi Haiti pada Jumat mendatang, dan hasil imbang ini membuat tekanan semakin besar. Pertanyaan besarnya, akankah Brasil bangkit dan menunjukkan taji sebagai tim raksasa, atau justru terperosok dalam krisis di awal turnamen?



