Arema FC Lepas Dalberto Luan: Mesin Gol Singo Edan Hengkang
Baca dalam 60 detik
- Dalberto Luan, pencetak 19 gol dan 8 assist musim lalu, menjadi pemain ke-13 yang dilepas Arema FC dalam program perombakan skuad.
- Kepergiannya dipicu ketidaksepakatan kontrak, meski sang pemain sempat memberi sinyal ingin bertahan di media sosial.
- Klub-klub dari Brasil, Malaysia, dan Indonesia dikabarkan siap menampung striker tajam berusia 28 tahun tersebut.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5312128/original/050674100_1754905478-selebrasi_Dalberto_Luan_setelah_membobol_gawang_PSBS__2_.jpg)
Arema FC kembali melakukan langkah kontroversial di bursa transfer dengan melepas Dalberto Luan, penyerang andalan yang menjadi tulang punggung lini depan Singo Edan sepanjang musim 2025/2026. Keputusan ini menambah daftar panjang pemain yang didepak manajemen, menjadikannya korban ke-13 dalam program pembersihan skuad.
Dalberto, yang didatangkan pada 2024, mencatatkan statistik impresif: 19 gol dan 8 assist di BRI Super League musim lalu. Angka tersebut menjadi kontribusi tertinggi di antara rekan setimnya, sekaligus membawa Arema FC bersaing di papan atas. Namun, performa gemilang itu tak cukup untuk mempertahankannya di Stadion Kanjuruhan.
Manajemen Arema enggan membuka alasan pasti di balik perpisahan ini. Namun, sumber internal menyebut ketidaksepakatan soal nominal kontrak baru menjadi pemicu utama. Rumor hengkangnya Dalberto sebenarnya sudah berembus sejak pertengahan musim, seiring dengan ketertarikan sejumlah klub dari Brasil, Malaysia, dan Indonesia.
Menariknya, Dalberto sempat memberi kode ingin bertahan melalui unggahan Instagram pada akhir Mei lalu. “Terima kasih kepada semua yang menjadi bagian dari perjalanan ini. Kami akan melanjutkan lebih banyak lagi,” tulisnya. Namun, langkah selanjutnya justru menunjukkan sebaliknya: ia mengemasi semua barang, termasuk menjual motor kesayangannya yang biasa digunakan untuk mobilitas di Malang.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi Dalberto. “Ketajamannya di depan gawang, etos kerja, serta komitmennya untuk tim menjadikannya sosok penting dalam perjalanan kami selama dua musim terakhir,” ujarnya. Namun, ia tidak merinci penyebab kepergian sang pemain.
Keputusan ini memunculkan tanda tanya besar di kalangan suporter. Bagaimana tidak, kehilangan pencetak gol utama di tengah persaingan ketat BRI Super League bisa menjadi pukulan telak bagi ambisi Arema FC musim depan. Apalagi, Dalberto juga berperan dalam membawa trofi Piala Presiden, meski gagal merebut sepatu emas karena kalah dari David da Silva.
Di sisi lain, langkah ini membuka peluang bagi klub lain yang memburu jasa Dalberto. Dengan usia 28 tahun dan rekam jejak produktif, ia menjadi aset berharga di bursa transfer. Pertanyaannya, apakah Arema FC memiliki rencana cadangan yang sepadan, atau justru akan menyesali keputusan ini di kemudian hari?



