Milan Kembali Dekati Jaissle di Tengah Ketidakpastian Rangnick
Baca dalam 60 detik
- AC Milan kembali menjalin komunikasi dengan pelatih Al-Ahli Matthias Jaissle setelah Ralf Rangnick dilaporkan enggan menerima tawaran menjadi direktur teknis.
- Kekosongan manajemen pasca pemecatan Allegri dan jajarannya membuat Milan harus bergerak cepat, namun negosiasi dengan Rangnick terhambat karena kejelasan yang tak kunjung datang.
- Keputusan akhir Milan akan berdampak pada bursa pelatih, termasuk Oliver Glasner yang merupakan murid Rangnick, serta nama-nama besar lain seperti Amorim, Slot, dan Pochettino.

AC Milan kembali mengaktifkan jalur komunikasi dengan Matthias Jaissle, pelatih Al-Ahli yang sebelumnya direkomendasikan oleh Ralf Rangnick. Langkah ini diambil di tengah kabar bahwa Rangnick cenderung menolak posisi direktur teknis di San Siro karena frustrasi menunggu keputusan resmi dari manajemen klub.
Kekosongan kursi manajemen puncak Milan terjadi setelah pemecatan massal terhadap pelatih kepala Massimiliano Allegri, direktur olahraga Igli Tare, direktur teknis Geoffrey Moncada, dan CEO Giorgio Furlani sehari setelah musim 2025-26 berakhir. Situasi ini memaksa klub untuk segera mencari pengganti, namun prosesnya berjalan alot.
Rangnick, yang saat ini menukangi tim nasional Austria, dikabarkan menginginkan kepastian dari Milan sebelum Piala Dunia dimulai pada Kamis malam lalu. Namun, hingga batas waktu tersebut, belum ada konfirmasi yang diterima. Akibatnya, pelatih asal Jerman itu disebut lebih memilih bertahan bersama Austria ketimbang melanjutkan negosiasi yang tak kunjung jelas.
Keputusan Rangnick ini berpotensi memengaruhi rencana Milan mendatangkan Oliver Glasner, mantan pelatih Crystal Palace yang merupakan murid lama Rangnick. Tanpa kehadiran sang guru, kesediaan Glasner untuk bergabung pun dipertanyakan.
Menurut laporan Fabrizio Romano dan Matteo Moretto, Milan telah melakukan pertemuan tatap muka kedua dengan Jaissle dalam upaya mencapai kesepakatan. Sebelumnya, ada kekhawatiran bahwa biaya kompensasi sebesar β¬6 juta yang diminta Al-Ahli terlalu mahal. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa Milan tetap berniat memboyong pelatih muda tersebut.
Selain Jaissle dan Glasner, beberapa nama lain juga dikaitkan dengan kursi pelatih Milan, seperti Ruben Amorim, Arne Slot, dan Mauricio Pochettino. Belum ada keputusan final, dan Milan tampaknya masih membuka opsi untuk mengejar kandidat lain jika negosiasi dengan Jaissle gagal.
Bagi pengamat sepak bola Italia, situasi ini mencerminkan ketidakstabilan manajemen Milan yang berlarut-larut. Kegagalan mengamankan Rangnick bisa menjadi pukulan telak, mengingat reputasinya sebagai arsitek sepak bola modern. Namun, Jaissle menawarkan alternatif menarik dengan rekam jejak impresif di Asia.
Ke depan, keputusan Milan akan menjadi sinyal penting bagi arah klub. Apakah mereka akan merekrut pelatih muda berpotensi seperti Jaissle, atau tetap mengejar nama besar dengan risiko negosiasi yang rumit? Jawabannya akan menentukan nasib Rossoneri di musim depan.



