Ermedin Demirović: Mesin Gol Stuttgart yang Membawa Bosnia ke Panggung Dunia
Baca dalam 60 detik
- Striker VfB Stuttgart, Ermedin Demirović, menjadi pahlawan kualifikasi Piala Dunia 2026 bagi Bosnia-Herzegovina, mencatatkan penampilan kedua negaranya di turnamen akbar.
- Musim 2025/26, Demirović mencetak 12 gol dalam 17 laga starter Bundesliga, membantu Stuttgart finis keempat dan lolos ke Liga Champions.
- Pelatih Stuttgart dan Bosnia memuji etos kerja serta fleksibilitas taktis Demirović, yang dianggap sebagai aset berharga di lini depan.

Striker VfB Stuttgart, Ermedin Demirović, sukses mengantarkan Bosnia-Herzegovina lolos ke Piala Dunia 2026—hanya partisipasi kedua negara Balkan itu dalam sejarah turnamen sepak bola paling bergengsi. Kontribusinya di level klub pun tak kalah gemilang: musim lalu ia menjadi mesin gol yang membawa Stuttgart ke posisi keempat Bundesliga sekaligus tiket Liga Champions.
Demirović, yang kini berusia 27 tahun, harus bersaing ketat dengan Deniz Undav untuk mendapatkan tempat utama di lini depan Stuttgart. Meski demikian, ia tetap produktif dengan torehan 12 gol dari 17 pertandingan sebagai starter, serta total 25 penampilan di Bundesliga. Ketajamannya menjadi faktor kunci di balik keberhasilan Stuttgart finis di zona Liga Champions, sekaligus mencapai final DFB Cup untuk kedua kalinya secara beruntun—di mana ia menyumbang dua gol dalam empat laga.
Di kancah internasional, Demirović telah mengoleksi 40 caps dan 4 gol sejak debut pada Maret 2021. Namun, perannya tidak sekadar mencetak angka. Pelatih Stuttgart, Sebastian Hoeneß, menilai Demirović sebagai pemain yang selalu membawa energi tinggi ke lapangan dan menjadi panutan bagi rekan setimnya. “Ia memimpin dengan teladan dan selalu menunjukkan keinginan kuat untuk kesuksesan tim,” ujar Hoeneß.
Fleksibilitas taktis menjadi salah satu keunggulan Demirović. Di Stuttgart, ia kerap berperan sebagai striker tunggal maupun duet dengan Undav, kemampuan yang membuatnya sulit diantisipasi lawan. Pelatih timnas Bosnia, Sergej Barbarez, memuji profesionalisme dan karakter sang pemain. “Ia terkadang bermain di posisi berbeda di klub, tetapi selalu bekerja keras. Ia profesional sejati dan pribadi yang hebat,” kata Barbarez.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perjalanan Demirović bisa menjadi inspirasi: bagaimana seorang pemain dari negara kecil mampu bersaing di liga elite Eropa sekaligus membawa tim nasionalnya ke panggung dunia. Dengan Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, Bosnia akan menjadi salah satu tim underdog yang patut diperhitungkan—dan Demirović adalah ujung tombak mereka.
Pertanyaan besarnya: mampukah Demirović mempertahankan performa puncaknya hingga turnamen dimulai? Jika konsisten seperti musim lalu, bukan tidak mungkin ia akan menjadi salah satu bintang kejutan di Piala Dunia nanti.



