Deretan Bintang Inggris Siap Berlaga di Kejuaraan Atletik Eropa Birmingham
Baca dalam 60 detik
- Tim Inggris dengan 98 atlet, termasuk Hodgkinson dan Asher-Smith, akan mempertahankan gelar di Kejuaraan Eropa yang digelar di Birmingham pada Agustus.
- Jakob Ingebrigtsen diprediksi tampil setelah pulih dari operasi Achilles, menambah persaingan kelas dunia di nomor 1500 m dan 5000 m.
- Kejuaraan ini menjadi barometer bagi atlet Asia, termasuk Indonesia, untuk mempelajari strategi dan manajemen atletik Eropa.

Inggris mengirim skuad bertabur bintang untuk Kejuaraan Atletik Eropa yang akan digelar di Birmingham pada 10โ16 Agustus mendatang, dengan misi mempertahankan gelar di hadapan publik sendiri. Sebanyak 98 atlet dipanggil, termasuk nama-nama besar seperti Keely Hodgkinson, Dina Asher-Smith, dan Katarina Johnson-Thompson.
Ketiganya sempat melewatkan Commonwealth Games di Glasgow yang tengah berlangsung, dan memilih fokus pada kejuaraan kontinental. Hodgkinson, peraih emas Olimpiade Tokyo 2020 di nomor 800 meter, dan Asher-Smith (100 meter) akan berusaha mempertahankan mahkota Eropa yang mereka raih pada edisi sebelumnya. Sementara Johnson-Thompson kembali ke heptathlon setelah cedera memaksanya mundur pada 2024, dan ia datang dengan modal perak Olimpiade Paris.
Birmingham juga menjadi panggung spesial bagi Matt Hudson-Smith, peraih perak Olimpiade nomor 400 meter putra dan juara Eropa empat kali. Atlet kelahiran Birmingham ini akan berlaga di stadion yang memiliki tribun bernama dirinya. Georgia Hunter Bell, peraih perak Eropa 2024 dan juara dunia dalam ruangan, akan turun di 1500 meter putri bersama Laura Muir, juara Eropa 2022.
Ketidakikutsertaan Josh Kerr, pemegang rekor dunia satu mil asal Skotlandia, menjadi sorotan. Kerr memilih absen meskipun rekan senegaranya, Jake Heyward, yang memecahkan rekor Wales di London Diamond League, masuk dalam skuad. Direktur performa Paula Dunn menyatakan, โBertanding di kejuaraan besar adalah pencapaian luar biasa, dan makin istimewa karena digelar di kandang sendiri.โ
Dari kawasan Nordik, nama Jakob Ingebrigtsen siap menjadi pusat perhatian. Atlet Norwegia peraih dua emas Olimpiade itu belum pernah berlomba sepanjang 2026 setelah menjalani operasi Achilles, namun ia mengisyaratkan partisipasi melalui unggahan di media sosial. Prestasinya di Kejuaraan Eropa terbilang sempurna: tiga kali berturut-turut meraih gelar ganda 1500 dan 5000 meter di Berlin, Munich, dan Roma.
Bagi Indonesia yang tengah mengembangkan atletik, kejuaraan ini dapat menjadi tolok ukur. Meski tak ada wakil Tanah Air, pola latihan, manajemen cedera seperti yang dilakukan Ingebrigtsen, serta strategi perlombaan para atlet Eropa bisa dipelajari. Dominasi Inggris di nomor lari jarak menengah dan sprint patut dicermati, terutama menjelang Asian Games mendatang.
Kejuaraan Eropa di Birmingham juga menjadi ajang pembuktian bagi atlet muda Inggris yang dipadukan dengan para senior. Dunn percaya timnya akan tampil maksimal. Pertanyaan besarnya: akankah kekuatan tuan rumah mampu meredam ambisi Ingebrigtsen yang kembali dari cedera, atau justru kejutan dari atlet non-unggulan yang akan mewarnai pertandingan?



