Harga Galaxy A07 dan A17 Melonjak, Samsung Buka Suara soal Biaya Komponen
Baca dalam 60 detik
- Samsung resmi menaikkan harga Galaxy A07 dan A17 di Malaysia hingga RM200 per unit, dipicu kenaikan biaya komponen global.
- Kenaikan biaya chip memori dan RAM akibat permintaan AI dan data center menjadi penyebab utama revisi harga tersebut.
- Langkah ini menjadi sinyal bagi pasar Indonesia, mengingat rantai pasok global yang terintegrasi dan potensi dampak serupa di dalam negeri.

Samsung Malaysia resmi menaikkan harga dua model ponsel pintar entry-level, Galaxy A07 dan Galaxy A17, dengan kenaikan mencapai RM200 per unit. Keputusan itu diumumkan pada Senin (27 Juli) sebagai respons terhadap lonjakan biaya komponen global yang terus berlanjut.
Dalam pernyataan resminya, Samsung menyebut bahwa kenaikan harga terutama dipicu oleh meningkatnya biaya memory chips dan RAM. "Revisi ini mencerminkan kenaikan biaya komponen global yang berkelanjutan, khususnya untuk chip memori dan RAM, yang didorong oleh permintaan yang kuat dari infrastruktur AI dan perluasan pusat data," demikian bunyi pernyataan perusahaan.
Galaxy A07 5G kini dibanderol RM1.149, naik RM120 dari harga sebelumnya RM1.029. Sementara varian LTE Galaxy A07 mengalami kenaikan lebih tinggi, dari RM899 menjadi RM1.049, atau naik RM150. Adapun Galaxy A17 5G naik RM150 menjadi RM1.299, dan varian LTE melonjak RM200 dari RM949 menjadi RM1.149. Semua model tetap dibekali RAM 8GB dan penyimpanan internal 256GB.
Samsung mengaku telah berupaya menyerap kenaikan biaya selama beberapa kuartal terakhir, namun tekanan harga yang terus meningkat memaksa perusahaan melakukan penyesuaian. "Meskipun kami telah berupaya menyerap kenaikan biaya ini dan meminimalkan dampak pada konsumen, lingkungan pasar saat ini membuat revisi harga menjadi perlu," tulis Samsung dalam pernyataannya.
Kenaikan harga di Malaysia ini menarik perhatian pelaku industri di Indonesia. Mengingat rantai pasok komponen global yang terintegrasi, konsumen Indonesia berpotensi menghadapi skenario serupa, terutama untuk ponsel segmen entry-level seperti seri Galaxy A yang sangat bergantung pada chip memori dan RAM. Pengamat teknologi menilai bahwa tren kenaikan biaya komponen belum mencapai puncaknya, dan bisa berdampak pada harga ponsel di seluruh kawasan Asia Tenggara dalam beberapa bulan ke depan.
Galaxy A17 pertama kali dirilis pada September tahun lalu, sementara Galaxy A07 5G baru diluncurkan di Malaysia pada Januari lalu. Dengan kenaikan ini, Samsung berharap dapat menjaga margin di tengah tekanan biaya, namun pertanyaan yang muncul adalah apakah langkah serupa akan diterapkan di Indonesia? Belum ada kepastian, tetapi pelaku pasar mulai mengantisipasi kemungkinan penyesuaian harga di dalam negeri mengingat dinamika global yang serupa.



