Malaysia Tuan Rumah F1 Bahrain GP dengan Biaya Minim, Biaya Registrasi Dihapus
Baca dalam 60 detik
- Malaysia akan menjadi tuan rumah Formula One Gulf Air Bahrain Grand Prix di Sepang pada 2-4 Oktober, tanpa membayar biaya registrasi multi-juta ringgit.
- Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengungkapkan bahwa pengeluaran pemerintah hanya sekitar RM16 juta untuk peningkatan minor sirkuit, jauh lebih rendah dibandingkan biaya sebelumnya.
- Penghapusan biaya dimungkinkan berkat hubungan erat antara Raja Malaysia Sultan Ibrahim dan Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa, serta stabilitas dan efisiensi administrasi Malaysia.

Malaysia akan menjadi tuan rumah balapan Formula One Grand Prix Bahrain di Sirkuit Internasional Sepang pada Oktober mendatang dengan biaya yang jauh lebih murah setelah biaya pendaftaran yang mencapai jutaan ringgit dihapuskan, demikian diungkapkan Perdana Menteri Anwar Ibrahim.
Dalam pidatonya di program Semarak Kenegaraan di kamp tentara Syed Sirajuddin, Gemas, Senin (27/7), Anwar menyatakan bahwa pemerintah hanya perlu mengeluarkan dana sekitar RM16 juta untuk peningkatan minor pada lintasan balap. โKami akan menyelenggarakannya tanpa membayar biaya pendaftaran kepada perusahaan Formula One. Gratis,โ tegasnya. Angka tersebut sangat kontras dengan pengeluaran masa lalu yang mencapai ratusan juta ringgit saat Malaysia menjadi tuan rumah balapan F1 sebelumnya.
Anwar mengakui bahwa awalnya ia ragu karena harus memprioritaskan kebutuhan rakyat seperti biaya hidup dan perumahan. Namun, setelah negosiasi dengan Bahrain, biaya pendaftaran yang mahal berhasil dihapuskan. Ia menekankan peran penting hubungan personal antara Yang di-Pertuan Agung Malaysia, Sultan Ibrahim, dengan Raja Bahrain, Hamad bin Isa Al Khalifa, yang menjadi faktor kunci dalam kesepakatan ini. Selain itu, Malaysia terpilih dari puluhan negara karena stabilitas politik, administrasi yang efisien, dan infrastruktur yang kuat.
Balapan yang akan berlangsung pada 2-4 Oktober ini menempati slot antara Grand Prix Azerbaijan dan Singapura. Ini merupakan kali pertama F1 kembali ke Sepang setelah delapan tahun vakum. Anwar menambahkan bahwa pihak F1 telah menghubunginya Minggu (26/7) dan ia memberikan jaminan bahwa Malaysia mampu menyelenggarakan acara secara profesional.
Konteks Indonesia: Kesuksesan Malaysia dalam bernegosiasi dengan Bahrain dan F1 memberikan pelajaran berharga bagi Indonesia dalam upaya menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional. Indonesia sendiri memiliki Sirkuit Mandalika yang sudah digunakan untuk MotoGP, tetapi belum berhasil menggelar F1. Pendekatan diplomasi personal tingkat tinggi dan stabilitas keamanan menjadi modal yang perlu diperkuat. Jika Malaysia mampu memangkas biaya secara drastis, bukan tidak mungkin Indonesia dapat meniru strategi serupa untuk menarik F1 ke Tanah Air.
Meski demikian, balapan ini masih harus mendapat persetujuan resmi dari Dewan Olahraga Motor Dunia FIA. Sepang pertama kali menjadi sirkuit F1 pada 1999 dan menjadi tuan rumah Grand Prix Malaysia hingga 2017. Keputusan untuk memindahkan sementara balapan Bahrain ke Malaysia dinilai sebagai solusi kreatif yang menguntungkan semua pihak. Pertanyaannya, apakah ini akan menjadi awal dari kembalinya F1 secara reguler ke Asia Tenggara?



