Freiburg Rekrut Striker Jepang Keisuke Gotō: Investasi Masa Depan untuk Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Freiburg resmi mendatangkan penyerang timnas Jepang Keisuke Gotō dari Anderlecht dengan nilai transfer tidak diungkapkan.
- Gotō, yang masuk skuad Jepang untuk Piala Dunia 2026, mencetak 10 gol dan 5 assist dalam 28 laga liga bersama Sint-Truiden musim lalu.
- Rekrutan ini menjadi bagian dari strategi Freiburg memperkuat lini depan dengan pemain muda bertalenta tinggi.

Freiburg resmi mengamankan jasa penyerang timnas Jepang, Keisuke Gotō, dari Anderlecht pada bursa transfer musim panas ini. Langkah tersebut menjadi sinyal ambisi klub Bundesliga itu untuk bersaing di level tertinggi, sekaligus memanfaatkan potensi pemain muda yang tengah naik daun jelang Piala Dunia 2026.
Gotō, yang baru berusia 21 tahun, menghabiskan musim lalu sebagai pemain pinjaman di Sint-Truiden, klub papan atas Liga Belgia. Di sana, ia mencatatkan 10 gol dan lima assist dalam 28 penampilan liga—catatan impresif yang membuatnya dilirik Freiburg. Sebelumnya, ia bergabung dengan Anderlecht pada musim panas 2024, namun lebih banyak bermain untuk tim cadangan RSCA Futures di kasta kedua Belgia, dengan torehan 13 gol dari 31 laga. Ia juga sempat mencetak tiga gol dalam 10 penampilan bersama tim utama Anderlecht.
Keputusan Freiburg merekrut Gotō tidak lepas dari kebutuhan akan penyerang agresif yang mampu bergerak di ruang sempit. Jochen Saier, anggota dewan direksi Freiburg bidang olahraga, menyatakan bahwa gaya bermain Gotō yang eksplosif dan naluri mencetak golnya menjadi nilai tambah. “Dia suka melakukan penetrasi ke dalam, memiliki kesadaran posisi yang baik, dan tahu persis di mana harus berdiri di kotak penalti,” ujar Saier. Ia juga menambahkan bahwa klub akan memberikan waktu bagi Gotō untuk beradaptasi dan berkembang.
Gotō sendiri mengaku keputusan pindah ke Freiburg didorong oleh ketertarikan serius manajemen klub sejak beberapa bulan lalu. “Sejak awal, saya mendapat kesan bahwa manajemen klub sangat menginginkan saya, itulah salah satu alasan utama saya memilih Freiburg,” katanya. Ia juga mengaku sudah menonton beberapa pertandingan Freiburg di Liga Europa dan terkesan dengan atmosfer klub.
Gotō merupakan pemain Jepang kedua yang direkrut Freiburg setelah musim 2025/26 berakhir. Sebelumnya, gelandang Rihito Yamamoto (24 tahun) juga bergabung dari Sint-Truiden pada bulan lalu. Fenomena ini menunjukkan tren meningkatnya minat klub-klub Eropa terhadap talenta Jepang, yang tidak hanya dipandang sebagai pemain teknis tetapi juga memiliki disiplin taktis tinggi.
Bagi Indonesia, langkah Gotō bisa menjadi inspirasi bagi pesepakbola muda Tanah Air. Dengan semakin banyaknya pemain Asia yang menembus liga top Eropa, peluang untuk mengikuti jejak serupa terbuka lebar—asalkan ada pembinaan usia dini yang sistematis dan kesempatan bermain di kompetisi berkualitas. Keberhasilan Gotō menembus skuad Piala Dunia 2026 juga menegaskan pentingnya pengalaman di liga Eropa bagi perkembangan pemain.
Freiburg berharap Gotō bisa segera beradaptasi dengan Bundesliga, liga yang dikenal mengandalkan fisik dan kecepatan. Dengan postur menjulang dan kemampuan duel udara, ia diharapkan menjadi opsi baru di lini depan. Pertanyaan selanjutnya: mampukah Gotō mempertahankan konsistensi seperti saat dipinjamkan ke Sint-Truiden? Jawabannya akan terlihat pada musim depan.



