Persib Bandung Siap Unjuk Gigi di ASEAN Club Championship: Igor Tolic Angkat Bicara
Baca dalam 60 detik
- Persib Bandung akan berpartisipasi dalam ASEAN Club Championship (ACC) Shopee Cup 2026/2027 yang digelar September 2026.
- Pelatih Igor Tolic menilai turnamen ini sebagai ajang pengukuran kemampuan sekaligus kebanggaan membawa nama Kota Bandung dan Bobotoh.
- Tolic menekankan pentingnya persiapan matang, termasuk koordinasi jadwal dengan federasi, demi tampil optimal di level Asia Tenggara.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7731908/original/047041100_1780537346-igor_2.jpg)
Persib Bandung dipastikan akan ambil bagian dalam ASEAN Club Championship (ACC) Shopee Cup 2026/2027 yang akan berlangsung pada September 2026. Pelatih Igor Tolic menyambut antusias undian yang telah dilakukan, melihat turnamen ini sebagai panggung bergengsi untuk menguji daya saing timnya di kawasan Asia Tenggara.
Bagi Persib, partisipasi ini bukan sekadar ajang kompetisi. Tolic menegaskan bahwa timnya membawa misi besar: mewakili Kota Bandung, Jawa Barat, dan jutaan Bobotoh yang selalu setia mendukung. “Setiap kali kami melangkah ke lapangan, kami membawa harapan mereka dan memiliki tanggung jawab untuk membuat mereka bangga,” ujar Tolic dalam pernyataannya, Kamis (11/6/2026).
Meski optimistis, pelatih asal Kroasia itu tidak ingin terbawa euforia. Ia mengakui bahwa tim masih memiliki sektor yang perlu ditingkatkan agar bisa bersaing dengan klub-klub terkuat Asia Tenggara. “Kami tahu kekuatan kami, tetapi kami juga tahu hal-hal yang masih perlu kami tingkatkan. Semuanya akan terlihat jelas saat melawan tim-tim terbaik,” imbuhnya.
Tolic juga menyoroti tantangan non-teknis yang tidak kalah berat, seperti aspek organisasi dan logistik. Persib harus mengunjungi beberapa negara dan berhadapan dengan tim yang mungkin belum pernah ditemui sebelumnya. “Masih banyak variabel yang harus diperhatikan,” tegasnya. Selain itu, koordinasi dengan federasi dan operator liga domestik menjadi krusial untuk menyesuaikan jadwal pertandingan agar tidak berbenturan dengan kompetisi lokal.
Bagi sepak bola Indonesia, keikutsertaan Persib di ACC menjadi indikator perkembangan klub Tanah Air di kancah regional. Jika Persib mampu tampil kompetitif, hal ini bisa menjadi dorongan bagi klub-klub lain untuk meningkatkan standar. Namun, jika hasilnya kurang memuaskan, hal itu akan menjadi bahan evaluasi bagi pembinaan sepak bola nasional.
“Kami harus tetap membumi, mencoba belajar, dan berkembang sebanyak mungkin pada musim pertama ini,” kata Tolic. Ia menekankan bahwa kerja keras setiap hari, baik di pertandingan maupun latihan, adalah kunci untuk mewujudkan kebanggaan yang diemban. Dengan semangat kebersamaan seluruh elemen klub, Persib optimistis dapat menghadapi tantangan ini dengan kerendahan hati dan keberanian.
Pertanyaan besarnya: mampukah Persib bersaing dengan raksasa Asia Tenggara seperti Buriram United atau Johor Darul Ta'zim? Jawabannya akan terjawab saat kompetisi bergulir tahun depan.



