Arsenal Siapkan Dana Besar untuk Morgan Rogers: Calon Penerus Saka dan Rice?
Baca dalam 60 detik
- Arsenal kembali membidik Morgan Rogers dari Aston Villa dengan nilai transfer mencapai £100 juta, setelah sebelumnya gagal pada musim panas lalu.
- Rogers, yang kini bersaing dengan Jude Bellingham di Timnas Inggris, dinilai memiliki profil ideal untuk memperkuat lini serang Arsenal berkat kemampuan dribel dan kreativitasnya.
- Kesepakatan diperkirakan akan semakin intensif setelah Piala Dunia 2026, dengan Arsenal memiliki valuasi sendiri yang lebih rendah dari harga yang diminta Villa.

Arsenal dikabarkan telah melakukan persiapan serius untuk mendatangkan Morgan Rogers dari Aston Villa pada bursa transfer musim panas ini, dengan nilai transfer yang disebut-sebut mencapai £100 juta. Langkah ini menjadi sinyal bahwa manajer Mikel Arteta dan direktur olahraga Andrea Berta ingin menambah daya gedor tim setelah musim lalu lebih mengandalkan soliditas pertahanan ketimbang kreativitas serangan.
Menurut jurnalis Football Transfers, Steve Kay, Arsenal sebenarnya sudah menjajaki kemungkinan merekrut Rogers sejak musim panas lalu. Namun, negosiasi baru akan kembali digenjot setelah pemain berusia 23 tahun itu kembali dari Piala Dunia 2026. Aston Villa mematok harga sekitar £100 juta, tetapi Arsenal memiliki valuasi sendiri yang "jauh lebih rendah" dari angka tersebut.
Rogers, yang tampil impresif bersama Aston Villa musim lalu dengan torehan 26 gol dan assist di semua kompetisi, kini menjadi salah satu pemain kunci Timnas Inggris di bawah asuhan Thomas Tuchel. Bahkan, ia mampu bersaing dengan Jude Bellingham untuk memperebutkan tempat inti, menggeser nama-nama seperti Phil Foden, Cole Palmer, dan Morgan Gibbs-White. Performa gemilangnya diakhiri dengan gol di final Liga Europa melawan Freiburg.
Perbandingan dengan dua bintang Arsenal, Bukayo Saka dan Declan Rice, menjadi sorotan. Rogers dinilai memiliki kemiripan dengan Rice dalam hal kekuatan fisik dan kemampuan membawa bola yang sulit dihentikan. Sementara itu, kreativitas dan fleksibilitasnya dalam menyerang—baik dari sisi kiri maupun sebagai gelandang serang—mengingatkan pada Saka. Musim lalu, Rogers menciptakan 13 peluang emas, hanya terpaut satu dari catatan Saka yang mencapai 12 peluang emas.
Keputusan Arsenal untuk memburu Rogers juga dipengaruhi oleh kebutuhan akan pemain yang bisa langsung menjadi starter. Musim lalu, empat rekrutan mahal Arsenal—Martin Zubimendi, Viktor Gyokeres, Eberechi Eze, dan Noni Madueke—lebih sering menjadi penghangat bangku cadangan. Arteta ingin menghindari kesalahan serupa dengan mendatangkan pemain yang siap bersaing di level tertinggi.
Bagi Arsenal, mendatangkan Rogers bukan sekadar investasi jangka pendek. Dengan usia yang masih muda dan pengalaman di level internasional, ia diproyeksikan menjadi pilar utama seperti Saka dan Rice. Namun, tantangan terbesar adalah negosiasi harga dengan Aston Villa yang enggan melepas aset berharganya dengan harga murah. Apakah Arsenal akan memenuhi permintaan £100 juta atau tetap pada valuasi mereka sendiri? Jawabannya akan terungkap dalam beberapa pekan ke depan.



