Piala Dunia 2026: Jepang Kehilangan Kapten Wataru Endo di Hari Pembukaan
Baca dalam 60 detik
- Kapten timnas Jepang, Wataru Endo, dipastikan absen di Piala Dunia 2026 karena cedera, mengguncang skuad Samurai Biru.
- Para pemain seperti Daichi Kamada dan Hiroki Ito mengakui kehilangan besar, namun menekankan perlunya fokus pada tujuan tim.
- Tanpa Endo, lini tengah Jepang akan bertumpu pada Kaishu Sano dan Ao Tanaka yang tampil impresif di musim lalu.

Kabar buruk menghantam timnas Jepang di hari pertama Piala Dunia 2026: sang kapten, Wataru Endo, dipastikan tidak bisa tampil karena cedera. Keputusan ini diumumkan Kamis waktu setempat di Nashville, Tennessee, dan langsung mengguncang ruang ganti Samurai Biru yang tengah bersiap menghadapi turnamen paling bergengsi di dunia.
Gelandang Crystal Palace, Daichi Kamada, yang pernah bermain bersama Endo di Sint-Truiden pada 2018-2019 dan kemudian di Piala Dunia 2022, mengungkapkan kesedihannya. โBanyak hal yang berkecamuk di pikiran saya,โ ujarnya. โKami sering berbicara, bukan soal cedera, tapi tentang sepak bola dan tim. Ini kejutan besar, apalagi saya mengenalnya sejak usia 18 tahun.โ Kamada menambahkan bahwa kehilangan pemain sekaliber Endo sangat berat karena ia mampu membuat perbedaan saat dibutuhkan.
Namun, Kamada juga memahami keputusan manajer dan tim medis yang harus bertindak demi kesuksesan kolektif. โSituasi ini sulit bagi pemain, tapi tidak mudah juga bagi mereka yang membuat keputusan,โ katanya. Bek Bayern Munich, Hiroki Ito, yang dua musim bermain di bawah kepemimpinan Endo di Stuttgart, memuji kualitas kaptennya. โDia tidak pernah goyah, bekerja diam-diam dan mantap, tapi memiliki kepemimpinan yang menyatukan tim,โ ujar Ito. โSaya yakin dia yang paling frustrasi, dan sebanyak apa pun kami berusaha, ada hal yang hanya dia yang tahu.โ
Endo, yang sempat dipercaya oleh manajer populer Jurgen Klopp di musim pertamanya bersama Liverpool, melihat waktu bermainnya menyusut drastis dalam dua musim terakhir. Ia diperkirakan hanya menjadi opsi cadangan bagi pelatih Hajime Moriyasu di Piala Dunia. Namun, absennya Endo tetap menjadi pukulan telak, mengingat pengalaman dan kepemimpinannya di lini tengah.
Gelandang Leeds United, Ao Tanaka, yang baru saja menjalani musim debut gemilang di Premier League, mengakui kekecewaan kehilangan Endo. โSungguh mengecewakan setelah anggota tim sudah dikonfirmasi. Saya melihat proses rehabilitasinya, dan dia bilang perlahan membaik,โ kata Tanaka. โTapi kami harus mengalihkan fokus saat itu diperlukan. Kami tahu apa yang harus dilakukan.โ Tanaka dan Kaishu Sano, yang juga tangguh dalam duel di lini tengah, kini menjadi andalan utama Jepang.
Bagi Indonesia, kehilangan Endo bisa menjadi pelajaran tentang pentingnya kedalaman skuad. Jepang, yang kerap menjadi tolok ukur sepak bola Asia, menunjukkan bahwa cedera bintang sekalipun tidak boleh menghentikan langkah tim. Dengan Sano dan Tanaka yang siap tampil, Samurai Biru tetap menjadi ancaman serius di Grup E yang juga dihuni Spanyol, Meksiko, dan Selandia Baru. Pertanyaannya, mampukah Jepang bangkit tanpa kaptennya dan melaju jauh di Piala Dunia 2026?



