Trauma Mendalam Usai Koma Akibat Kesetrum: Bocah di Jakarta Pusat Mulai Pulih, Pelaku Masih Buron
Baca dalam 60 detik
- Seorang bocah di Jakarta Pusat sempat koma setelah tersengat listrik di tiang taman, kini kondisinya berangsur pulih dan sudah kembali ke rumah.
- Peristiwa diduga merupakan aksi perundungan di mana korban diseret dan ditempelkan ke tiang listrik bocor oleh dua remaja yang masih dalam penyelidikan.
- Keluarga korban masih diliputi trauma, sementara polisi terus mengumpulkan bukti dan saksi untuk mengungkap kasus ini.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256125/original/004638000_1781148117-foto_resized_650x366.jpg)
Seorang bocah laki-laki berinisial MWP yang sempat koma setelah tersengat listrik di Taman Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat, kini perlahan pulih dan telah diperbolehkan pulang ke rumah. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (7/6/2026) itu menyisakan trauma mendalam, baik bagi korban maupun keluarganya, sekaligus memantik keprihatinan publik atas maraknya aksi perundungan di kalangan anak-anak.
Kasat PPA-PPO Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Rita Oktavia Shinta, mengonfirmasi bahwa kondisi MWP sudah jauh membaik. "Semalam kami menjenguk. Kondisinya sudah baik. Dia sudah main sama teman-temannya, sudah ceria," ujarnya di Jakarta, Kamis (11/6/2026). Meski demikian, nenek korban, Linda Reselin, mengungkapkan bahwa cucunya masih diliputi rasa takut. "Kalau sekarang cucu saya sudah sadar, tapi dia masih takut kalau bertemu orang," kata Linda saat ditemui Rabu (11/6/2026).
Berdasarkan keterangan sementara, MWP sedang bermain di taman bersama teman-temannya ketika dua remaja yang diduga pelaku, berinisial LNG dan RVN, memegang tangan dan kaki korban lalu mengangkatnya. Kakinya kemudian dimasukkan ke bagian tiang yang diduga memiliki aliran listrik bocor. Insiden ini menyebabkan MWP kejang-kejang dan tidak sadarkan diri, sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan perawatan intensif.
Linda Reselin mengaku telah melihat rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi perundungan tersebut. "Cucu saya dipersekusi oleh dua orang. Dia sempat diseret dan dibawa ke tiang yang ternyata ada aliran listriknya hingga menyebabkan cucu saya kesetrum," ujarnya. Rekaman itu menjadi bukti awal bagi polisi untuk mengusut kasus ini. Hingga saat ini, penyidik masih mengumpulkan alat bukti dan memeriksa saksi-saksi. "Masih dalam lidik. Kami sedang mengumpulkan bukti-bukti dan saksi-saksi," kata Kompol Rita.
Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan orang tua dan lingkungan terhadap aktivitas anak-anak, terutama di ruang publik. Tiang listrik yang bocor juga menyoroti kelalaian pengelola fasilitas umum dalam menjaga keselamatan warga. Ke depan, polisi diharapkan segera menangkap dan memproses pelaku agar memberikan efek jera, serta memastikan tidak ada lagi korban serupa akibat ulah perundungan yang berujung fatal.



