Persija Menangi Bidding Perang Klub: Mariano Peralta Resmi ke Macan Kemayoran
Baca dalam 60 detik
- Persija Jakarta dipastikan merekrut winger Argentina Mariano Peralta, pemain terbaik BRI Super League 2025/2026, setelah tiga klub lain mundur karena biaya transfer yang tinggi.
- Persib Bandung, Persebaya Surabaya, dan Dewa United gagal menyanggupi mahar transfer yang diminta, membuka jalan bagi Persija untuk mengamankan tanda tangan sang pemain.
- Kedatangan Peralta menjadi bagian dari perombakan besar skuad Persija yang telah melepas tujuh pemain asing, menandai ambisi klub di musim depan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8150672/original/053064500_1781004160-ChatGPT_Image_Jun_9__2026__06_20_55_PM.jpg)
Persija Jakarta berhasil memenangi persaingan sengit merekrut Mariano Peralta, winger Argentina yang baru saja dinobatkan sebagai pemain terbaik BRI Super League 2025/2026. Klub berjuluk Macan Kemayoran itu dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan pemain berusia 28 tahun tersebut, mengalahkan tiga klub elite lainnya yang juga memburu tanda tangannya.
Jurnalis Italia yang kerap dijuluki "Fabrizio Romano-nya Asia", Lorenzo Lepore, mengungkapkan melalui akun media sosial X pada Kamis (11/6/2026) bahwa Persib Bandung, Persebaya Surabaya, dan Dewa United sempat melakukan pendekatan serius. Namun, ketiganya mundur setelah mengetahui besarnya biaya transfer yang diminta. "Persebaya dan Dewa United juga sempat berusaha merekrutnya, begitu pula Persib Bandung, namun biaya transfer yang tinggi membuat rencana tersebut tidak bisa dilanjutkan," tulis Lepore.
Kegagalan tiga klub itu membuka peluang bagi Persija untuk bergerak lebih cepat dalam negosiasi. Lepore menambahkan bahwa kesepakatan telah dikonfirmasi oleh seorang pejabat klub saat acara perkenalan pelatih baru Persija. Peralta dijadwalkan segera bergabung dengan skuad Macan Kemayoran untuk musim depan.
Peralta, yang dijuluki 'Penyihir Argentina', tampil gemilang bersama Borneo FC musim lalu. Catatan 20 gol dan 14 assist dari 34 partai membuktikan ketajamannya di depan gawang sekaligus kemampuannya sebagai kreator serangan. Konsistensi dan kebugarannya yang luar biasa—tak pernah absen dalam satu pertandingan—menjadi nilai tambah yang membuat banyak klub kepincut.
Bagi Persija, kedatangan Peralta merupakan bagian dari proyek perombakan besar. Manajemen Macan Kemayoran telah melepas tujuh pemain asing sejauh ini, menandai perubahan signifikan dalam komposisi tim. Dengan rekrutan ini, Persija menunjukkan ambisi untuk bersaing di papan atas musim depan, sekaligus memberikan sinyal bahwa mereka siap mengeluarkan dana besar demi pemain berkualitas.
Di sisi lain, kegagalan Persib, Persebaya, dan Dewa United merekrut Peralta menyoroti ketatnya persaingan finansial di Liga Indonesia. Meski ketiga klub memiliki ketertarikan serius, mahar transfer yang diminta dinilai terlalu tinggi. Situasi ini mengindikasikan bahwa nilai pasar pemain bintang di Indonesia terus meroket, seiring dengan meningkatnya kualitas kompetisi.
Langkah Persija merekrut Peralta juga menjadi ujian bagi adaptasi pemain asing di lingkungan baru. Setelah sukses besar di Borneo FC, Peralta diharapkan mampu mempertahankan performa apiknya dan membawa Macan Kemayoran meraih prestasi lebih tinggi. Pertanyaannya, akankah kepindahan ini berbuah manis bagi kedua belah pihak, atau justru menjadi bumerang jika ekspektasi terlalu tinggi?



