Real Madrid Gaet Mourinho Lagi: Kontrak Tiga Tahun, Tebus Mahar ke Benfica
Baca dalam 60 detik
- Jose Mourinho resmi kembali ke Real Madrid dengan kontrak tiga tahun setelah klub membayar kompensasi 13 juta euro ke Benfica.
- Kepulangan Mourinho terwujud setelah Florentino Perez memenangi pemilihan presiden klub dengan 65% suara, menepati janji kampanyenya.
- Madrid yang dua musim tanpa trofi berharap tangan besi Mourinho mampu membangkitkan kembali kejayaan Los Blancos.

Real Madrid secara resmi mengumumkan kembalinya Jose Mourinho sebagai pelatih kepala, menandai era baru di Santiago Bernabeu setelah dua musim paceklik trofi. Pelatih asal Portugal berusia 63 tahun itu menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun dan akan mulai bekerja saat skuad kembali berlatih pada 13 Juli mendatang.
Kepulangan Mourinho ke Madrid tidaklah murah. Los Blancos harus membayar kompensasi sebesar 13 juta euro (sekitar Rp 226 miliar) ke Benfica, klub yang dibelanya musim lalu. Langkah ini diambil setelah Florentino Perez berhasil mempertahankan kursi presiden klub dalam pemilihan yang digelar awal bulan ini. Perez, yang telah menjabat sejak 2009, mengalahkan pesaingnya Enrique Riquelme dengan perolehan suara 65 persen.
Dalam kampanye pemilihannya, Perez berjanji akan membawa pulang Mourinho jika kembali terpilih. Kini janji itu terwujud. Bagi Perez, Mourinho bukanlah wajah asing. Pelatih yang pernah membawa Porto dan Inter Milan meraih gelar Liga Champions itu sebelumnya menangani Madrid pada periode 2010β2013. Ketika itu, ia berhasil mempersembahkan satu gelar La Liga, satu Copa del Rey, dan satu Piala Super Spanyol.
Sejak meninggalkan Madrid, Mourinho telah malang melintang di sejumlah klub besar Eropa. Ia pernah menangani Chelsea, Manchester United, dan Tottenham Hotspur di Premier League, serta Roma, Fenerbahce, dan yang terakhir Benfica. Di musim tunggalnya bersama Benfica, Mourinho berhasil membawa tim tersebut menjalani musim tanpa kekalahan di Liga Portugal, meski hanya cukup untuk finis di posisi ketiga.
Kembalinya Mourinho ke Madrid terjadi di saat klub sedang dalam masa sulit. Real Madrid gagal meraih satu pun trofi dalam dua musim terakhir. Mereka berpisah dengan Xabi Alonso pada Januari lalu, sebelum Alvaro Arbeloa menahkodai tim hingga akhir musim. Kini, dengan reputasi sebagai pelatih berkarakter keras, Mourinho diharapkan mampu mengembalikan disiplin dan mental juang skuad yang sempat goyah.
Bagi pengamat sepak bola, langkah ini dinilai sebagai upaya Perez untuk mengembalikan stabilitas di internal klub. βMourinho adalah sosok yang tahu persis bagaimana menangani tekanan di Madrid. Ia juga memiliki rekam jejak membangun tim yang solid,β ujar analis sepak bola Eropa, Carlos Mendez. Namun, tantangan besar menanti. Mourinho harus segera membangun kembali kepercayaan diri pemain, terutama setelah musim yang penuh gejolak.
Di sisi lain, Benfica telah bergerak cepat mencari pengganti. Klub asal Portugal itu sepakat menunjuk mantan pelatih Fulham, Marco Silva, untuk mengisi kursi yang ditinggalkan Mourinho. Sementara itu, publik Madrid bertanya-tanya: akankah tangan besi Mourinho mampu menyatukan kembali ruang ganti yang sempat retak? Atau justru sebaliknya, konflik baru akan muncul? Jawabannya baru akan terlihat saat musim depan bergulir.



