Mahasiswa Auburn Pecahkan Rekor Dunia Lari Gawang 110 Meter
Baca dalam 60 detik
- Ja'Kobe Tharp mencatat waktu 12,75 detik di nomor 110m gawang, memecahkan rekor dunia Aries Merritt yang bertahan sejak 2012.
- Prestasi ini terjadi di babak kualifikasi NCAA, menjadikannya atlet pertama dalam 50 tahun yang memecahkan rekor dunia di kejuaraan tersebut.
- Tharp akan berlaga di final Jumat ini dengan target mempertahankan gelar juara NCAA, setelah sebelumnya menjadi yang tercepat di babak penyisihan.

Ja'Kobe Tharp, pelari gawang berusia 20 tahun dari Auburn University, Alabama, mencatatkan sejarah baru di dunia atletik dengan memecahkan rekor dunia nomor 110 meter gawang pada babak kualifikasi Kejuaraan Nasional Collegiate Athletic Association (NCAA) di Eugene, Oregon, Rabu waktu setempat. Waktu 12,75 detik yang dibukukannya menggeser catatan 12,80 detik milik Aries Merritt yang telah bertahan sejak September 2012.
Pencapaian Tharp tidak hanya mengukir namanya di buku rekor, tetapi juga menjadi tonggak langka dalam sejarah NCAA. Ia adalah atlet pertama dalam setengah abad terakhir yang memecahkan rekor dunia di ajang kejuaraan kampus Amerika Serikat tersebut. Sebelumnya, rekor dunia di NCAA terakhir kali terjadi pada 1974. Prestasi ini sekaligus mematahkan rekor perguruan tinggi yang sebelumnya dipegang Grant Holloway, peraih medali emas Olimpiade, dengan catatan 12,98 detik pada 2019.
Tharp sendiri mengaku tidak menyangka bisa melampaui ekspektasinya sendiri. Catatan terbaik sebelumnya adalah 13,01 detik, dan ia datang ke turnamen dengan target memperbaikinya, namun tidak pernah membayangkan bisa memangkas waktu hingga seperempat detik lebih cepat. "Saya tahu saya siap untuk melakukan sesuatu yang gila," ujarnya kepada wartawan usai lomba. "Saya tahu kemampuan saya, tapi saya tidak tahu akan seperti ini. Ini tidak ada dalam papan bingo saya untuk pertemuan ini, sama sekali tidak. Saya tidak bisa berkata-kata, sungguh."
Konteks Indonesia: Prestasi Tharp menjadi pengingat akan pentingnya pembinaan atlet muda di tingkat universitas. Di Indonesia, sistem kompetisi antarperguruan tinggi seperti Liga Mahasiswa masih terus dikembangkan untuk menjaring bibit unggul. Meskipun belum ada atlet Indonesia yang menembus rekor dunia di nomer lari gawang, pencapaian Tharp bisa menjadi inspirasi bagi pelari tanah air untuk mengejar standar internasional. Kejuaraan NCAA sendiri kerap menjadi batu loncatan bagi atlet Amerika menuju Olimpiade, dan hal serupa diharapkan terjadi pada ajang serupa di Indonesia.
Tharp akan kembali turun pada babak final Jumat ini. Ia berpeluang menjadi pelari gawang pertama sejak Holloway pada 2019 yang berhasil mempertahankan gelar juara NCAA dua tahun berturut-turut. Jika mampu mengulangi performa impresifnya, bukan tidak mungkin namanya akan kembali masuk dalam catatan sejarah. Pertanyaannya, akankah ia mampu menjaga konsistensi di bawah tekanan? Atau justru lawan-lawannya akan belajar dari rekornya dan memberikan kejutan? Final akhir pekan ini akan menjadi jawabannya.



