Chase Infiniti: Promosi Film Bersama DiCaprio Lebih Melelahkan dari yang Dibayangkan
Baca dalam 60 detik
- Aktris Chase Infiniti mengaku promosi film 'One Battle After Another' sangat menguras tenaga, meski sudah diperingatkan oleh Paul Thomas Anderson dan Leonardo DiCaprio.
- Pengalaman pertamanya dalam musim penghargaan dan tur pers menjadi tantangan baru yang belum pernah ia hadapi sebelumnya.
- Chase mengaku baru menonton 'Titanic' pada 2025 dan lebih mengidolakan DiCaprio lewat film 'Catch Me If You Can'.

Bagi aktris pendatang baru Chase Infiniti, promosi film perdana yang dibintanginya bersama aktor sekelas Leonardo DiCaprio ternyata bukan sekadar panggung gemerlap. Ia justru merasakan kelelahan yang tak terbayangkan saat menjalani rangkaian tur pers untuk film aksi-thriller One Battle After Another.
Dalam wawancara dengan The Hollywood Reporter, perempuan berusia 26 tahun itu mengungkapkan bahwa meskipun DiCaprio dan sutradara Paul Thomas Anderson sudah memperingatkannya bahwa promosi film ibarat maraton, kenyataan di lapangan jauh lebih berat. “Mereka bilang, ‘Kamu harus menjaga energi.’ Saya pikir saya mengerti. Tapi begitu masuk ke jadwal junket dan perjalanan, saya baru sadar ini benar-benar melelahkan dengan cara yang belum pernah saya alami,” ujarnya.
Chase mengakui bahwa ia sama sekali tidak memiliki gambaran tentang bagaimana rasanya menjalani musim penghargaan atau tur pers film besar. Sebagai pendatang baru di industri hiburan, ia harus belajar beradaptasi dengan cepat. “Saya tidak pernah mempromosikan apa pun sebelumnya,” tambahnya.
- Film: One Battle After Another (2025, genre action-thriller)
- Pemeran utama: Leonardo DiCaprio, Sean Penn, Benicio del Toro, Regina Hall, Teyana Taylor
- Usia Chase Infiniti saat syuting: 26 tahun
- Peringatan dari Paul Thomas Anderson dan DiCaprio: promosi adalah maraton
Meski lelah, Chase justru menikmati momen menonton dirinya sendiri di layar lebar. Ia mengaku tidak merasa canggung. “20 menit pertama memang ada fase penyesuaian, setelah itu saya bisa menikmati film tanpa mengkritik penampilan saya sendiri,” katanya. Sikap ini menunjukkan kedewasaan seorang aktris muda yang mampu memisahkan proses kreatif dari hasil akhir.
Di balik layar, Chase juga menyimpan cerita menarik tentang interaksinya dengan DiCaprio. Meski DiCaprio dikenal lewat Titanic, Chase justru baru menonton film legendaris itu pada tahun 2025. Baginya, film DiCaprio yang paling berkesan adalah Catch Me If You Can yang ia tonton sejak kecil. “Saya sangat menyukai film itu. Jadi itulah Leo versi saya,” ujarnya. Ia bahkan sempat berdiskusi panjang dengan DiCaprio tentang film tersebut, termasuk fakta bahwa Catch Me If You Can telah diadaptasi menjadi musikal.
Kisah Chase Infiniti menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap Hollywood, tekanan promosi dan ekspektasi publik bisa menjadi beban tersendiri, terutama bagi aktor muda. Pengalamannya juga relevan bagi industri hiburan Indonesia, di mana promosi film seringkali dilakukan secara maraton dengan jadwal padat. Pertanyaannya, mampukah para aktor Tanah Air menjaga keseimbangan antara promosi dan kesehatan mental di tengah hiruk-pikuk industri?



