Indonesia Masuk Daftar Calon Tuan Rumah Piala Dunia Versi Media Asing
Baca dalam 60 detik
- Media asing menempatkan Indonesia sebagai salah satu dari lima negara potensial penyelenggara Piala Dunia, meski belum pernah lolos putaran final.
- Inggris, Argentina, Turki, dan India juga masuk daftar, masing-masing dengan keunggulan infrastruktur, budaya sepak bola, atau potensi pasar.
- Piala Dunia 2026 akan jadi edisi pertama dengan 48 tim dan tiga tuan rumah, membuka peluang bagi negara-negara baru di masa depan.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4856076/original/053764900_1717732559-20240606IQ_Timnas_Indonesia_vs_Irak_38__19_.jpg)
Piala Dunia 2026 belum genap digelar, namun perbincangan mengenai calon tuan rumah edisi-edisi mendatang sudah mencuat. Dalam daftar yang dirilis media asing, Indonesia disebut sebagai salah satu kandidat potensial—sebuah pengakuan atas gairah sepak bola yang membara di negeri ini, meski prestasi di level internasional masih tertinggal.
Turnamen 2026 akan menjadi yang paling bersejarah: pertama kali diikuti 48 negara dan digelar di tiga negara—Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Sebanyak 16 stadion telah disiapkan, dengan laga pembuka di Estadio Azteca, Mexico City, dan final di MetLife Stadium, New Jersey, pada 19 Juli 2026. Amerika Serikat mendominasi dengan 11 venue, sementara Meksiko dan Kanada menyumbang stadion-stadion ikonik.
Namun, di balik kemegahan edisi 2026, sejumlah negara sudah mulai dilirik untuk menjadi tuan rumah berikutnya. Inggris dinilai paling siap berkat infrastruktur stadion yang mumpuni, budaya sepak bola yang mengakar, dan dukungan cuaca musim panas. Kota-kota seperti Nottingham, Leeds, Brighton, Bristol, dan Edinburgh disebut layak menjadi tuan rumah, sementara renovasi Old Trafford dinilai penting. Inggris juga dijadwalkan menjadi tuan rumah Piala Dunia Wanita 2035, memperkuat posisinya sebagai kandidat utama Piala Dunia pria ketika turnamen kembali ke Eropa.
Argentina, dengan budaya sepak bola yang tak tertandingi, juga masuk daftar. Jika digabung dengan Uruguay, yang bisa menjadi tuan rumah laga pembuka di Montevideo, Amerika Selatan bisa menghadirkan nuansa klasik yang sulit ditiru. Namun, kondisi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat menjadi pertimbangan utama agar investasi tidak menjadi beban.
Turki, yang akan menjadi tuan rumah bersama Kejuaraan Eropa 2032 dengan Italia, memiliki banyak stadion modern dan basis penggemar yang fanatik. Istanbul, sebagai salah satu kota paling memesona di dunia, siap menjadi panggung pesta sepak bola global. Sementara itu, India menawarkan pasar raksasa dengan populasi lebih dari 1,4 miliar jiwa. Meski kriket masih dominan, popularitas sepak bola terus meningkat, dan FIFA dipandang perlu memperluas pengaruh di kawasan Asia melalui India.
Yang menarik, Indonesia justru disebut sebagai negara yang paling kurang berprestasi di Asia, tetapi memiliki kecintaan luar biasa terhadap sepak bola. Media asing mencatat bahwa sepak bola Indonesia bukan tentang bencana stadion atau korupsi, melainkan tentang gairah, warna, dan dedikasi. Liga Primer Inggris, misalnya, sangat digemari oleh pendukung lokal. Potensi Asia Tenggara sebagai tuan rumah juga dianggap besar, terutama jika Thailand, Vietnam, dan Filipina turut serta dalam tawaran bersama di masa depan.
Bagi Indonesia, masuk dalam daftar ini menjadi angin segar sekaligus tantangan. Infrastruktur stadion, transportasi, dan akomodasi masih perlu ditingkatkan secara signifikan. Namun, antusiasme masyarakat yang luar biasa bisa menjadi modal utama. Jika FIFA serius memperluas jangkauan global, Indonesia dan Asia Tenggara menawarkan pasar yang belum tergarap maksimal.
Ke depan, pertanyaan besarnya bukan hanya apakah Indonesia mampu menjadi tuan rumah, tetapi juga apakah federasi sepak bola nasional dan pemerintah dapat bekerja sama membangun ekosistem yang layak untuk turnamen sebesar Piala Dunia. Dengan format 48 tim, peluang itu terbuka lebar—tinggal bagaimana Indonesia memanfaatkannya.

