Krisis Manajemen Juventus: CEO Damien Comolli Hampir Pasti Dipecat
Baca dalam 60 detik
- Juventus dilaporkan telah memutuskan untuk memecat CEO Damien Comolli setelah hanya satu musim menjabat, menyusul pertemuan darurat pada Kamis.
- Keputusan ini dipicu oleh musim 2025-26 yang mengecewakan, dengan pelatih Luciano Spalletti kini mendapat wewenang lebih besar dalam keputusan transfer.
- Jika Comolli hengkang, Juventus dikabarkan akan merekrut Giovanni Carnevali dari Sassuolo dan memberikan peran lebih besar kepada Giorgio Chiellini.

Kabar mengejutkan datang dari Turin: Juventus dikabarkan telah mengambil keputusan untuk memisahkan diri dari CEO Damien Comolli setelah hanya satu tahun menjabat. Keputusan ini diambil sebelum pria asal Prancis itu menghadiri pertemuan dengan manajemen klub pada Kamis (12/6). Langkah ini menandai perubahan besar di pucuk pimpinan Bianconeri di tengah upaya restrukturisasi pasca-musim yang mengecewakan.
Masa depan Comolli di Juventus memang sudah lama dipertanyakan. Setelah musim 2025-26 yang berakhir tanpa gelar, ia bersama pelatih kepala Luciano Spalletti dipanggil menghadap pemilik klub, John Elkann. Saat itu, beredar laporan bahwa tidak akan ada perubahan besar di jajaran manajemen senior, dan Spalletti hanya akan diberi lebih banyak wewenang dalam keputusan transfer. Namun, perkembangan terkini menunjukkan bahwa situasi berubah drastis.
Menurut laporan dari sejumlah media Italia, termasuk Sky Sport, posisi Comolli tidak lagi aman. Bahkan, beberapa sumber mengklaim keputusan untuk memecatnya sudah bulat. Matteo Moretto, dalam kanal YouTube Fabrizio Romano, menyatakan bahwa ada 'kemungkinan 99,9%' Comolli akan meninggalkan jabatannya sebagai CEO. Langkah ini dianggap sebagai respons atas hasil buruk klub dan ketidakmampuan Comolli dalam membangun skuad yang kompetitif.
Kepergian Comolli diperkirakan akan memicu efek domino di tubuh Juventus. Direktur teknis Francois Modesto, yang diangkat oleh Comolli, juga berada dalam posisi genting. Modesto dinilai belum memberikan kontribusi signifikan selama setahun menjabat dan dianggap tidak lagi sejalan dengan visi klub ke depan. Jika keduanya pergi, Juventus harus mencari pengganti yang tepat untuk memimpin restrukturisasi.
Laporan terbaru menyebutkan bahwa Juventus telah menyiapkan kandidat pengganti. Nama Giovanni Carnevali, CEO Sassuolo yang sukses membangun klub tersebut menjadi tim papan tengah Serie A, menjadi kandidat utama. Selain itu, legenda klub Giorgio Chiellini dikabarkan akan mendapatkan peran yang lebih besar dalam manajemen, mungkin sebagai penghubung antara tim dan dewan direksi. Langkah ini diharapkan dapat mengembalikan identitas Juventus yang sempat hilang.
Konteks Indonesia: Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perkembangan di Juventus selalu menarik perhatian. Klub ini memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air. Restrukturisasi manajemen Juventus bisa berdampak pada kebijakan transfer, yang mungkin memengaruhi peluang pemain Indonesia atau Asia untuk bergabung. Selain itu, jika Chiellini naik jabatan, ia bisa menjadi figur yang lebih dekat dengan suporter, termasuk di Indonesia, yang selama ini mengidolakannya.
Pertanyaan besar kini mengemuka: akankah Juventus benar-benar melepas Comolli dan memulai era baru? Ataukah pertemuan Kamis hanya akan menghasilkan kompromi yang mempertahankannya dengan pengawasan lebih ketat? Yang jelas, keputusan yang diambil dalam waktu dekat akan menentukan arah klub raksasa Italia itu untuk musim-musim mendatang.



