Harga Elliot Anderson Tembus £120 Juta: Nottingham Forest Kukuh Tolak Manchester City
Baca dalam 60 detik
- Nottingham Forest menolak tawaran kedua Manchester City senilai £106 juta plus bonus untuk gelandang Elliot Anderson, menuntut mahar minimal £120 juta.
- Klub asal Midlands itu mulai menyusun rencana cadangan dengan mendekati gelandang Inter Milan, Davide Frattesi, sebagai calon pengganti.
- Sikap keras Forest mencerminkan nilai strategis Anderson yang baru berusia 23 tahun dan menjadi pilar utama setelah musim 2025/26 yang impresif.

Nottingham Forest kembali menegaskan posisi mereka sebagai pihak yang tak mudah tergoda dalam saga transfer terbesar musim panas ini. Klub asal East Midlands itu secara tegas menolak tawaran kedua Manchester City untuk gelandang andalannya, Elliot Anderson, yang nilainya sudah menembus rekor internal The Citizens.
Menurut laporan Fabrizio Romano, City mengajukan paket senilai £106 juta sebagai biaya tetap ditambah £15 juta dalam bentuk bonus. Namun, angka tersebut masih jauh dari ekspektasi Forest yang kini mematok harga minimal £120 juta—tanpa negosiasi tambahan atau insentif masa depan. Sikap ini menunjukkan bahwa Forest tidak akan melepas Anderson kecuali ada proposal yang benar-benar memecahkan rekor transfer klub.
Anderson, yang baru berusia 23 tahun, menjadi primadona setelah musim 2025/26 yang cemerlang. Ia dinilai sebagai salah satu gelandang muda paling lengkap di Premier League. Manajemen Forest sadar betul bahwa kehilangan pemain sekaliber Anderson di tengah persaingan ketat liga akan sangat merugikan, apalagi setelah ia menjadi pilar utama di lini tengah.
Manchester United juga disebut-sebut memantau situasi ini, namun enggan terlibat dalam perang harga yang sudah mencapai level selangit. Alhasil, City tetap menjadi kandidat terdepan, tetapi tanpa kesepakatan dari pihak penjual, negosiasi masih buntu. Sementara itu, Forest mulai menyusun rencana darurat. Jurnalis Sky Italia, Gianluca Di Marzio, melaporkan bahwa Forest telah melakukan pendekatan terhadap gelandang Inter Milan, Davide Frattesi. Pemain berusia 26 tahun itu hanya tampil 33 kali di semua kompetisi musim lalu—mayoritas sebagai pemain pengganti—dan mencatat tiga assist. Namun, ia dianggap sebagai opsi yang lebih realistis secara finansial.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga ini memberikan gambaran bagaimana klub-klub Premier League kini berani menetapkan harga selangit untuk pemain muda potensial. Fenomena ini juga relevan dengan perkembangan sepak bola nasional, di mana klub-klub Liga 1 mulai belajar mempertahankan aset terbaik mereka dengan banderol tinggi, meski belum mencapai level Inggris. Ke depan, pertanyaan besarnya adalah: akankah City akhirnya memenuhi tuntutan Forest, atau justru beralih ke target lain? Satu hal yang pasti, harga Anderson terus meroket, dan Forest tidak akan goyah—setidaknya untuk saat ini.



