Milan Terus Berburu Pelatih: Amorim Masuk Daftar, Rangnick-Glasner Tetap Prioritas
Baca dalam 60 detik
- AC Milan telah melakukan pendekatan kepada Ruben Amorim, eks pelatih Manchester United, sebagai salah satu kandidat pelatih kepala.
- Kombinasi Ralf Rangnick sebagai direktur teknis dan Oliver Glasner sebagai pelatih kepala masih menjadi opsi utama klub.
- Keputusan akhir masih bergantung pada negosiasi dengan Rangnick yang terikat kontrak dengan timnas Austria.

AC Milan terus mematangkan persiapan menyambut musim depan dengan melakukan perburuan pelatih baru. Nama terbaru yang dikaitkan dengan posisi tersebut adalah Ruben Amorim, mantan arsitek Manchester United dan Sporting CP. Namun, skema ideal yang diincar klub tetap pada pasangan Ralf Rangnick sebagai direktur teknis dan Oliver Glasner sebagai pelatih kepala.
Kekosongan kursi pelatih terjadi setelah Massimiliano Allegri hengkang sehari setelah musim 2025-26 berakhir. Tak hanya Allegri, sejumlah petinggi klub seperti Igli Tare, Geoffrey Moncada, dan Giorgio Furlani juga meninggalkan San Siro. Situasi ini memaksa manajemen Milan, yang dipimpin Gerry Cardinale, bergerak cepat membangun struktur kepelatihan anyar.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport yang dikutip Calciomercato, pembicaraan dengan Amorim telah berlangsung. Namun, kandidat asal Portugal itu tidak masuk dalam daftar prioritas utama. Status serupa juga disematkan pada Mauricio Pochettino, pelatih timnas Amerika Serikat yang sebelumnya juga sempat dihubungi Cardinale. Keduanya dianggap sebagai opsi cadangan jika rencana utama gagal.
Kombinasi Rangnick-Glasner menjadi favorit karena keduanya memiliki visi sepak bola yang selaras. Rangnick, yang saat ini masih menukangi timnas Austria, diharapkan mengisi pos direktur teknis. Sementara Glasner, yang baru saja meninggalkan Crystal Palace, siap menjadi pelatih kepala. Namun, negosiasi dengan Rangnick belum tuntas karena Federasi Sepak Bola Austria berusaha mempertahankannya dengan kontrak baru.
Bagi pengamat sepak bola Italia, situasi ini menunjukkan bahwa Milan tidak ingin terburu-buru. Mereka lebih memilih menunggu kepastian dari Rangnick sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Jika Rangnick memutuskan bertahan di Austria, maka Glasner kemungkinan besar tidak akan bergabung, membuka peluang bagi Amorim atau Pochettino.
Di Indonesia, perkembangan ini menarik perhatian karena banyak penggemar Serie A yang mengikuti bursa pelatih Milan. Keputusan klub akan memengaruhi peta persaingan di Liga Italia musim depan, terutama setelah Inter Milan dan Juventus juga melakukan perombakan skuad. Jika Milan berhasil mendatangkan Rangnick-Glasner, mereka diprediksi akan mengadopsi gaya pressing tinggi khas sepak bola Jerman yang bisa menjadi ancaman bagi tim-tim papan atas.
Pertanyaan besarnya kini: akankah Rangnick melepas jabatannya di Austria demi proyek jangka panjang di Milan? Atau justru Amorim yang akan mengambil alih kursi panas San Siro? Keputusan dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi penentu arah kebangkitan Rossoneri.



