Bangladesh Hentikan Dominasi Australia di ODI Setelah 21 Tahun
Baca dalam 60 detik
- Bangladesh mencatat kemenangan ODI pertama atas Australia dalam 21 tahun, mengalahkan tim tamu dengan 86 run di Mirpur.
- Kemenangan ini dipicu oleh penampilan gemilang Mosaddek Hossain (86 run) dan Nahid Rana (4-41), serta kesalahan Australia yang menurunkan enam tangkapan.
- Hasil ini berimplikasi pada persaingan kualifikasi Piala Dunia 2027, mengingat Bangladesh dan Australia bersaing di papan tengah peringkat ICC.

Bangladesh akhirnya memutus rekor buruk 21 tahun tanpa kemenangan atas Australia dalam pertandingan One Day International (ODI) setelah menundukkan tim tamu dengan skor meyakinkan 86 run melalui metode Duckworth-Lewis-Stern (DLS) di Shere Bangla National Stadium, Mirpur, Senin (6/3/2025). Kekalahan ini menjadi yang kedua bagi Australia sepanjang sejarah pertemuan kedua tim di ODI, sekaligus yang pertama sejak 2005.
Dalam laga pembuka seri tiga pertandingan itu, Bangladesh yang tampil tanpa tekanan sukses memanfaatkan kelemahan Australia di lapangan. Tim tamu yang tidak diperkuat sejumlah pemain inti melakukan enam kesalahan tangkapan, termasuk empat kali gagal menangkap bola dari Mosaddek Hossain. Alhasil, pemain serba bisa Bangladesh itu mencetak 86 run tidak keluar dari 86 bola, membantu timnya mengumpulkan 284-8 dalam 50 overs. Selain Mosaddek, kontribusi signifikan juga datang dari Nahid Rana yang mencatat 4-41, termasuk menyingkirkan kapten sementara Josh Inglis dan Alex Carey.
Australia yang menang undian dan memilih bertahan terlebih dahulu langsung terpuruk di awal babak kedua. Matt Short keluar tanpa angka pada bola pertama, disusul Marnus Labuschagne yang hanya mampu menambah dua run. Meskipun Alex Carey (47) dan Cameron Green (52*) berusaha membangun perlawanan, laju run Australia terhambat oleh hujan yang turun setelah 42,2 overs. Pada saat itu, skor Australia baru mencapai 191-9, jauh dari target yang direvisi DLS. Kemenangan ini menjadi yang kedua bagi Bangladesh atas Australia di ODI setelah sebelumnya menang di Cardiff pada 2005 dalam turnamen tri-series.
Bagi penggemar kriket Indonesia, hasil ini menarik karena menunjukkan perubahan peta kekuatan di kriket Asia. Bangladesh, yang sebelumnya kerap dianggap sebagai tim underdog, kini mulai konsisten mengalahkan tim besar. Kemenangan ini juga membuka peluang bagi Bangladesh untuk bersaing memperebutkan tiket langsung ke Piala Dunia 2027. Saat ini, Bangladesh berada di peringkat kesembilan dalam peringkat ODI ICC, hanya terpaut satu peringkat di bawah Inggris yang berada di posisi kedelapan. Hanya sembilan tim teratas pada September 2025 yang lolos otomatis ke Piala Dunia, sehingga setiap kemenangan menjadi krusial.
Pertandingan kedua seri ini akan digelar di tempat yang sama pada Kamis (9/3/2025). Australia, yang masih tanpa sejumlah pemain bintang, harus segera memperbaiki kelemahan di lapangan jika ingin menyamakan kedudukan. Sementara itu, Bangladesh berpeluang mencatat sejarah dengan memenangkan seri perdana mereka atas Australia. Pertanyaan besarnya: mampukah Australia bangkit atau justru Bangladesh akan semakin percaya diri?



