Manchester United Siapkan Dana Besar untuk Rekrut Mateus Fernandes, Duet Masa Depan Bersama Mainoo
Baca dalam 60 detik
- Manchester United memulai negosiasi dengan West Ham United untuk merekrut gelandang Portugal Mateus Fernandes, yang diperkirakan bernilai hingga £85 juta.
- Fernandes, yang pernah dilatih Jason Wilcox di Southampton, diproyeksikan menjadi mitra ideal Kobbie Mainoo di lini tengah Setan Merah musim depan.
- Kesepakatan ini menunjukkan strategi INEOS yang agresif di bursa transfer, meski harus bersaing dengan Real Madrid, Arsenal, dan PSG.

Manchester United semakin serius membangun kembali lini tengah mereka. Klub asal Inggris itu dikabarkan telah membuka pembicaraan dengan West Ham United untuk mengamankan jasa Mateus Fernandes, gelandang muda Portugal yang menjadi incaran utama setelah Elliot Anderson memilih bergabung ke Manchester City. Nilai transfer pemain berusia 21 tahun itu diperkirakan mencapai £80–85 juta, menjadikannya salah satu rekrutan termahal musim panas ini.
Menurut jurnalis Ben Jacobs, Fernandes telah menyatakan keinginannya untuk pindah ke Old Trafford, dan negosiasi kini berfokus pada struktur pembayaran. Langkah ini mempertegas ambisi United di bawah arahan direktur teknis Jason Wilcox, yang sebelumnya pernah merekrut Fernandes saat masih di Southampton. Wilcox dinilai menjadi figur kunci dalam upaya mendatangkan pemain yang juga diincar Real Madrid, Arsenal, dan Paris Saint-Germain itu.
Kedatangan Fernandes akan melengkapi lini tengah yang sudah dihuni Kobbie Mainoo, yang musim lalu tampil impresif setelah sempat terpinggirkan di awal musim. Mainoo, yang gagal menjadi starter di Premier League pada paruh pertama 2025/26, bangkit dan menjadi andalan di bawah asuhan Michael Carrick. Duet Mainoo dan Fernandes diharapkan mampu memberikan keseimbangan antara kreativitas dan ketenangan dalam penguasaan bola—dua elemen yang sering hilang di lini tengah United dalam beberapa musim terakhir.
Statistik menunjukkan keduanya memiliki profil yang saling melengkapi. Fernandes, yang beroperasi sebagai gelandang nomor delapan dalam, hanya mencatat tiga gol dan empat assist musim lalu, namun perannya dalam mengatur tempo permainan jauh lebih berarti. Ia memenangkan rata-rata 3,9 tekel dan intersep per laga, sementara Mainoo hanya digiring lawan 0,4 kali per pertandingan—angka yang jauh lebih baik dibanding Casemiro yang mencapai 1,5 kali. Keduanya juga unggul dalam menjaga penguasaan bola, dengan tingkat kesalahan umpan yang rendah.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perkembangan ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa kini lebih mengutamakan gelandang muda yang cerdas secara taktis dan mampu mengontrol permainan, bukan sekadar pekerja keras. Gaya bermain Fernandes dan Mainoo yang tenang dan efisien bisa menjadi referensi bagi pengembangan pemain muda di Liga Indonesia yang kerap mengandalkan fisik semata. Selain itu, persaingan dengan klub-klub besar seperti Real Madrid dan Arsenal menegaskan bahwa United harus bergerak cepat jika ingin mengamankan tanda tangan Fernandes.
United sebelumnya sudah mencapai kesepakatan dengan Atalanta untuk Ederson, gelandang Brasil berusia 26 tahun yang akan bergabung pada awal Juli. Kedatangan Ederson dan Fernandes akan memberikan opsi baru bagi Carrick, yang musim lalu sukses membangkitkan performa Mainoo. Pertanyaannya, akankah duet muda ini mampu mengembalikan dominasi United di lini tengah, atau justru menjadi investasi jangka panjang yang membutuhkan waktu untuk matang?



