Arsenal Incar Jeremy Monga, Prospek Masa Depan di Sayap Kiri
Baca dalam 60 detik
- Arsenal dikabarkan maju dalam negosiasi untuk merekrut Jeremy Monga, pemain sayap Leicester City yang baru berusia 16 tahun.
- Monga dinilai memiliki potensi lebih besar dibanding Christos Tzolis, yang juga menjadi target Arsenal, berdasarkan data dribel dan usia.
- Kesepakatan ini diharapkan rampung pada musim panas 2025, meski masih ada beberapa tahap yang harus diselesaikan.

Arsenal terus bergerak di bursa transfer musim panas 2025 dengan mengincar talenta muda Leicester City, Jeremy Monga. Klub asal London Utara itu dikabarkan tengah mempercepat proses negosiasi untuk merekrut pemain sayap berusia 16 tahun yang sudah mencatatkan debut di Premier League pada usia 15 tahun tersebut.
Menurut laporan Fabrizio Romano, Arsenal telah melakukan pendekatan intensif kepada pemain dan klub. Meski belum mencapai kesepakatan final, Romano menyebut bahwa momen "here we go" kemungkinan akan terjadi pada musim panas ini. Langkah ini menjadi prioritas setelah Leandro Trossard dikabarkan sepakat secara personal dengan Besiktas, meninggalkan celah di sisi kiri serangan Arsenal.
Di sisi lain, Arsenal juga dikaitkan dengan Christos Tzolis, winger Yunani milik Club Brugge yang dibanderol sekitar £35 juta. Namun, performa Tzolis di masa lalu bersama Norwich City—hanya lima kontribusi gol dalam 30 penampilan—menjadi catatan merah. Sebaliknya, Monga meski baru satu gol dan dua assist dari delapan starter di Championship musim 2025/26, menunjukkan efektivitas dribel yang jauh lebih baik: rata-rata satu dribel sukses per laga, berbanding 0,08 milik Tzolis di level yang sama.
Analis sepak bola Ben Mattinson menyebut Monga sebagai "salah satu talenta terbesar Inggris" pada usianya. Perbandingan dengan Tzolis yang kini berusia 24 tahun menunjukkan bahwa Arsenal mungkin lebih bijak berinvestasi jangka panjang pada pemain muda. Meski harus bersabar menanti dampaknya di tim utama, semua indikator mengarah pada potensi besar Monga menjadi bintang masa depan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, langkah Arsenal ini menarik untuk dicermati. Jika sukses, Monga bisa menjadi contoh bagaimana klub top Eropa merekrut pemain muda berbakat dari liga domestik Inggris. Hal ini juga mengingatkan pada fenomena pemain muda Asia Tenggara yang mulai dilirik klub Eropa, meski belum ada nama Indonesia yang selevel. Ke depannya, akankah Arsenal mampu memoles Monga menjadi pemain kelas dunia seperti yang diharapkan?



